P R O L O G U E

336 77 279
                                        

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 dan HARAP DI BACAᝰ.ᐟ

✓cerita berisi kekerasan, pelecehan, terhadap mengandung unsur yang mungkin membuat sebagian orang tidak nyaman dan menganggu mental health, bijaklah memilih bacaan.
✓jauh dari kata ramah setiap part berisi tindakan yang TIDAK BOLEH DI CONTOH.
✓cerita murni tulis tangan dari sang penulis dengan menggunakan bahasa baku dan frontal.
✓jaga jari kalian dalam berkomentar, karena mengandung unsur yang mungkin membuat sebagian orang jijik. berisi 18+ harap tinggalkan lapak.
✓1821
✓berlatar tempat luar negeri.
✓Cerita tak bermaksud meniru karya lain!

®Viking? do you know what a Viking is? Bajak laut, pencuri, penjajahan dimana berhati dingin dan dasarnya kehidupan mereka kejam. bisa di bilang tidak baik tapi juga tidak buruk. karena terkadang, penjahat tidak mungkin terlahir jika dunia adil padanya.

𝖍𝖆𝖕𝖕𝖞 𝖗𝖊𝖆𝖉𝖎𝖓𝖌!


genre forbidden dark obsession


Pulau itu sunyi, hanya lolongan serigala yang berbunyi, kabut menggantung di atas tanah basah, seperti roh-roh tua yang enggan pergi. Hutan pinus menjulang bagai tombak, menyembunyikan bisikan angin yang berbau darah dan laut asin. Di kejauhan, suara burung camar menyayat langit kelabuㅡnamun tak satu pun menyembunyikan langkah berat yang memburu.

Di antara akar dan lumut, seorang wanita berlari, jubahnya compang-camping, pipinya kotor oleh lumpur dan air mata. Tapi di pelukannya, ia menggenggam sesuatu lebih berharga dari hidupnya sendiriㅡseorang bayi, mungil, terbungkus kain tipis, tertidur dalam ketakutan dunia yang belum ia mengerti.

Langkah sang ibu terhuyung, napasnya kasar, luka di pahanya memerah, tapi ia tak berhenti. Ia tak bisa. Di belakangnya, suara tanah diremukkanㅡderap kaki besar, dan dengusan napas binatang yang menyamar sebagai manusia.

Seorang Viking, rambutnya panjang dan kusut, dada telanjang dengan coretan darah lama, kapaknya berat dan haus. Matanya menatap seperti serigala: penuh obsesi dan kepastian. Ia tak berteriak. Ia hanya mengejar. Diam, seperti bayangan dari neraka.

"Stop!" suara berat itu akhirnya terdengar, menggeram seperti bumi yang retak. "Tidak ada tempat untuk lari."

Tapi sang wanita tak menggubris. Tubuhnya ringkih, tapi tekadnya memahat batu. Ia melompati akar pohon, menyusuri jurang kecil, menghindari semak duri. Setiap detik adalah doa, setiap detik adalah perang. Bayi di dadanya terisak, dan ia mengecup kepala mungil itu sambil berbisik, "Maafkan Ibu... Ibu tak akan biarkan mereka menyentuhmu."

Di atas tebing, matahari tenggelam dalam warna darah, dan pulau itu menjadi saksi: seorang ibu tak lari untuk menyelamatkan diriㅡia lari untuk mengubur ketakutan anaknya dengan keberanian yang ia ciptakan sendiri.

Hingga terasa sebuah cengkraman melingkar di pergelangan tangannya, menarik kasar hingga menabrak dada kasar sosok pria itu. Nampak menggeram, mendengus dan mencibir rendah. "She's my daughter too, damn it. Jangan berpikir kau bisa menjauh dari ini semua, budak."

To Be Continue

To Be Continue

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oathless (On Going)Stories to obsess over. Discover now