We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

bab 1

3 0 0
                                        


PLAKK

Suara tamparan yang begitu keras mengenai pipi seorang pemuda yang sekarang tengah berdiri dihadapan orang tua sang pacar.

"kurang ajar kamu pras, kamu meninggalkan tiwi sendirian ditengah jalan yang sepi dimana letak otakmu ha !!!"

"maaf pa"

" maaf katamu kau lihat kearah sana kau lihat anakku sedang berjuang melawan takdirnya. Dan kau bilang maaf, memang benar kata arkan dulu bahwa menyerahkan putriku kepadamu adalah keputusan yang sangat salah. Sekarang saya minta kamu jangan pernah menemui putriku." Maki ayah tiwi kepada pras sambil menunjuk dimana sang putri berbaring

"Sudah pah, sabar pah seharusnya kita berdoa supaya putri kita selamat." Tenang sang istri kepada sang suami.

Pras hanya terdiam ditempat setelah mendengar makian ayah tiwi. Memang ini semua adalah kesalahannya. Seharusnya dia tidak meninggalkan tiwi ditengah jalan sendiri di tengah malam. Sekarang dia hanya bisa berdoa kepada sang pencipta supaya sang pacar bisa selamat.

"Mending lu pergi deh pras dari sini dan menghilanglah dari muka bumi ini lu itu pembawa sial tau dihidup tiwi."

" nggak, gw nggak mau ninggalan tiwi disaat tiwi sedang kritis, gw harus selalu disamping tiwi."

"pergi nggak lu kalua nggak akan gw usir lu dari sini dengan paksa" Paksa arkan dengan menarik kerah baju pras.

"nggak gw nggak akan pergi dari sini. Nggak akan pernah" jawab pras dengan ngotot kepada arkan

BUGH

Suara pukulan yang sangat kuat mengenai pipi pras. Pras sangat kaget karena itu dating tiba tiba dan terjadilah adu jotos mereka berdua. Ibu tiwi dan abdul yang melihat itu segere melerai mereka, tetapi sang suami yang melihatnya hanya acuh karena dia selalu mengawasi sang putri tercinta.

bunda tiwi dan abdul yang melihatnya langsung memisahkan keduanya.

" sudah, kalian ini gimana sih bukannya berdoa biar tiwi selamat malah kalian bertengkar ha, dan kamu pra sebaiknya kamu pergi benar yang dikatakan oleh arkan bahwa kamu itu pembawa sial. Sekarang mending kamu pergi dari sini" teriak ibu tiwi kepada pra dan arkan dengan berlinang air mata.

Abdul yang melihatnya hanya bisa terdiam dan segera membawa pergi temannya. pras yang diseret pergi oleh oleh abdul hanya seperti mayat yang hanya terdiam dengan pikiran yang masih didalam Bersama sang pacar.

"udah pras mending sekarang kita sholat tahajut, berdoa sama yang maha pemberi keselamatan supaya tiwi selamat"

"tapi dul. Gw udah lama nggak pernah sholat. Apakah tuhan mau mendengar doa gw dul." Balas pras karena selama ini yang dia lakukan hanya bersenang senang dengan dunia malam dan nggak pernah mengingat tuhan sama sekali. Dan juga selama ini hanya sang bunda yang selalu mengingatkanya agar selalu sholat. Tapi hanya di anggap angin lalu oleh pras. Sedangkan sang ayah selalu menuntutnya agar kelak dia bisa dijadikan penerus perusahaannya.

"tenang lah pras, Allah itu maha pemberi maaf. Semua perbuatan umatnya dia maafkan asalakan mau bertaubat dan merubah diri untuk Kembali ke jalannya." jelas abdul dengan tenang sembari mengelus punggu pras.

Walaupun abdul temannya yang sering dia ajak ke dunia malam, tetapi abdul tergolong orang yang patuh dalam ajaran agama. Dia juga terkadang kalau diajak pras ke club juga hanya sekedar minum jus dan melihat - lihat saja walau terkadang banyak dari Wanita malam yang tertarik dan mendekat ke abdul tapi abdul selalu mengabaikannya.

Abdul dan pras melangkah beriringan ke mushola terdekat dari rumah sakit tiwi dirawat. Di depan tangga batas suci masjid hati pras sangat berdebar, ia menerka - nerka sudah berapa lama dia tidak kerumah allah ini. Jantungnya berdebar dengan kencang, sangat berisik jika bisa didengar oleh orang lain tapi keadaan yang sepi ini hanya beberapa segelintir orang yang tengah tiduran dan bersimpah di hadapan tuhan, semilir angin yang berhembus menerka tubuh pras hawa dingin yang membuat hatinya merasakan hal yang berbeda.

Ia melepas sepatunya dan mulai melangkah mengikuti abdul masuk ke dalam masjid untuk mengambil air wudhu.

"masih ingat nggak pras cara berwudhu?"

"udah lama gw nggak solat dul. Ini pertama kali gw Kembali solat dul bareng elu, gw udah mulai agak lupa urutan wudhu, Tolong ajari gw ya du"

HUFTH

Abdul menghela napasnya "iya gw ajari kok pras ,tenang liat gw dulu ya ntar setelah gw selesai wudhu ntar tinggal lu yang wudhu ntar gw damping"

"iya dul"

Abdul mulai menghidupkan kran ia mulai melakukan wudhu serta pras memperhatikannya dengan cermat.

"udah pras tinggal elu yang wudhu niat wudhu dulu pras masih ingat kan?"

"masih dul."

Pras mulai melakukan wudhu seperti yang dicontohkan oleh abdul. Ia mulai merasakan kesejukan saat air wudhu itu membasahi Sebagian tubuhnya. Di dalam hati ia mulai melantunkan niat dengan sungguh - sungguh. Setelah ia selesai berwudhu ia mengikuti abdul menuju tempat sholat dan melakukannya dengan hatinya yang mulai tenang.




maaf jika banyak typo karena ini cerita pertamaku. jangan lupa vote dan komen biar aku semangat uptude.

you are my future priestStories to obsess over. Discover now