Prolog

3 0 0
                                        

Valerie Arana merasa ingin menghilang sekarang juga melihat seluruh tatapan yang tertuju padanya.

Kasihan.

Benci.

Menghujat.

Ia muak dengan semua tatapan itu. Varie yakin, mereka pasti sedang menyusun sendiri cerita di otak mereka, tanpa tahu cerita yang sebenarnya.

Kejadian paling menjijikkan di hidupnya. Sungguh, seandainya ia tahu keadaan akan menjadi seperti sekarang, Varie akan lebih memilih mati saat itu.

Dalam novel yang ia baca, sang peran utama kerap mengalami kejadian naas, namun selalu ada yang menolongnya, berada di pihaknya. Pangeran, teman, keluarga.

Jadi mengapa tak satupun berada di pihak Varie saat ini? Sepertinya semua orang berharap ia yang seharusnya koma dan terbakar dalam api saat itu.

Sekali lagi ia tertampar kenyataan. Ia tak pernah menjadi peran utama di dunia ini. Ia hanyalah tokoh figuran. Hari naas hanyalah ketidakberuntungan yang tak perlu dibesarkan.

"Daren benar. Seharusnya figuran seperti aku tidak mengusik kehidupan para tokoh utama."

FiguranStories to obsess over. Discover now