kamu lebih menarik

132 3 0
                                        

Kiki si hobi gambar sudah tentu tidak pernah lepas dari buku gambar dan pensil ajaibnya, seperti sekarang contohnya.

Karena tidak ada kerjaan ia memutuskan menggambar pohon mangga yang ada di depan rumahnya, tapi seperti kata mottonya.

'Gak cantik gak di gambar'

Dan karena Kiki adalah laki-laki normal yang suka akan keindahan dan kecantikan jadi ia mengurungkan niatnya untuk menggambar pohon mangganya.

"U buluk jadi gak di gambar" katanya sembari menunjuk pohon mangga tersebut.

Jovan yang kebetulan lewat depan rumahnya seketika menggeleng kan kepala melihat kelakuan teman sekaligus tetangganya prihatin, pohonnya sendiri diejek apalagi pohon punya orang lain.

Karena tidak ingin tertular, Jovan memutuskan pergi dari tempatnya sebelum ketahuan sama tetangganya. Tapi emang kayaknya lagi ketiban sial, Kiki yang melihat Jovan di depan pekarangan rumahnya seketika memanggil namanya keras.

"JOOVAAN"

Bukannya malu karena berteriak, Kiki malah semakin menjadi-jadi karena Jovan tidak kunjung mendekat.

"JOOOOVAAAAAN ANAKNYA BAPAK JAAMAAALL"

Pak Jamal yang kebetulan lagi nyuci motor depan rumah seketika merasa terpanggil, menghentikan aktivitasnya dan malah berteriak menyahuti.

"AAAAAPPPAAAAAAAA????"

"BUUUUKKAAAANNN PAAAAK JAAAAMAAALL TAAAAPIIII AAANAAAKKK BAAAPAAAKK"

"YAAAAANNGGG BEEENEERRR DOOONGG MAAAKAAANNYAAA"

"IIIIIYAAAAA PAAAKKK MAAAAAAAAPPPP"

Jovan yang dari tadi diam mendengarkan obrolan tidak normal antara bapak dan temannya menghela nafas.

Jovan lelah, ia rasanya pengen pindah rumah lagi aja daripada tetanggaan sama teman anehnya. Udah bagus cuma temenan di sekolah aja gak usah di luar sekolah, tapi ternyata karena kepindahannya ia malah tetanggaan.

Tapi karena yang punya kekuasaan di rumah itu bundanya, jadi ia gak ada pilihan selain nurut apa kata bunda.

Pak Jamal dan Kiki seketika kicep, mereka sama-sama terdiam karena terkaget-kaget.

"Boleh juga teriakan kamu Jo" ujar Pak Jamal yang sekarang berada di samping, memuji anaknya.

"Bapak kenapa ikutan teriak?"

"Yaa kan tadi bapak di panggil sama temanmu, si Kiki"

"Kiki kan manggil Jojo pak, bukan bapak"

"Loh, terserah bapak dong, mulut-mulut bapak bukan mulut kamu!!"

"Kok bapak malah marah sih?!"

"Ya kamu sih mojokkin bapak"

"Jojo gak mojokkin bapaakkk"

"Itu sih, tadi kamu"

"Dih, baperan"

"Loh, kamu kali yang baperan bukan bapak"

"Bapak"

"Kamu"

"Bapak"

"Kamu"

"Bapak"

"Kamu"

"Bap—

Belum juga Jovan menyelesaikan ucapannya, Kiki yang katanya sang penggambar pro akhirnya turun tangan sebelum adanya pertumpahan darah antara anak dan bapak tersebut.

"Sudah-sudah, Joko kamu ngalah dong sama bapak sendiri" dengan pedenya Kiki merentangkan tangannya di tengah-tengah pak Jamal dan Jovan yang sedang berseteru siapa yang lebih mendapatkan perhatian dari sang penguasa rumah aka bunda.

Tapi boong.

Jovan yang kesal namanya di ubah lantas menjewer telinga Kiki tanpa ampun.

"Nama gue Jovan ya sat, bukan Joko!"

"Aduh-duh sakit yang, lepasin dong" memohon kearah Jovan dengan ekspresi memelas seperti minta di tampol kalau kata Jovan, pak Jamal memutuskan masuk ke dalam rumah karena tidak ingin melihat pertikaian rumah tangga anaknya tersebut.

Tapi boong.

"Bacot, gambar pohon buluk lo sana" usirnya dengan tidak berperikekikian seraya melepaskan jeweran nya.

"Kenapa harus gambar pohon, kalau kamu lebih menarik"

"........."

"Ki"

"Iya istriku~"

Terjadi beberapa jeda hingga akhirnya dengan tidak berperikekikian, Jovan mengangkat badan Kiki yang kurus kerempeng macam tak pernah makan kalau kata pak Jamal sekuat tenaga melemparkan ke habitatnya.

"HHHWAAAAAAAA"

"Akhirnya pergi juga tu human"

Lebih Dari Teman [BL]Where stories live. Discover now