1

5 0 0
                                        

Dia (menoleh ke kanan-kiri): "Apa yang bisa kita lakukan di sini?"

Aku (mendongak, memandang langit): "Maksudmu, di bawah langit sore ini?"

Dia (mengangguk): "Iya."

Aku (mengangkat bahu): "Hm... mungkin, menunggu."

Dia (mengerutkan dahi): "Menunggu?"

Aku (mengangguk): "Iya."

Dia (mengusap tengkuknya): "Menunggu apa?"

Aku (tersenyum): "Menunggu momen. Siapa tahu, kamu akan mengatakannya sebentar lagi."

Dia (tergelak): "Kalau belum?"

Aku (mengibaskan tangan): "Ya... bukan masalah. Kita pulang saja."

Dia (menggaruk kepala): "Lalu?"

Aku (tersenyum): "Aku akan menunggu lagi nanti, di bawah langit malam."

Dia (menggeleng): "Kalau keras kepala itu berwujud manusia, pasti kamu salah satunya."

Aku-DiaWhere stories live. Discover now