Kelas 12....saat-saat terakhir bersekolah bukan? Yah...sepertinya akan banyak hal menarik yang terjadi.
Mulai saja dari hari pertama, walaupun masuk siang tapi tentunya aku tetap bersemangat, tapi juga takut. "huhh...sudah waktunya bertemu dan bersosialisasi dengan orang baru lagi ya..." keluhku dalam hati.
Akhirnya setelah sebulan tidak menginjakkan kaki di gedung sekolah ini, tiba juga saatnya kembali ke rutinitas. Sampai ke lantai 3 dengan lumayan terengah-engah, tetapi tetap harus menjaga kondisi muka karena ketika masuk kelas isinya orang orang yang tidak kukenal.
Sialnya aku sampai terlalu awal sehingga harus menunggu teman yang kukenal sampai. Tidak lama kemudia dia sampai, tapi kulihat dia sedang mengobrol dengan teman karibnya, aku jadi tidak enak hati untuk menghampiri.
Iya, aku memang kenal dia, tapi kami hanya sebatas teman 1 SMP, sudah itu saja, terakhir mengobrol saja saat kelas 8, aku juga kaget sekali saat dia tiba tiba menge-chat ku untuk menanyakan apakah aku sudah ada teman sebangku atau belum, untungnya belum jadi langsung saja kuterima, lumayan kan tidak perlu kenalan dari awal banget sama teman sebangku.
Oh dia sudah selesai mengobrol, akhirnya dia melihatku di kelas, "eh Senaya, udah sampai dari tadi ya?" sapanya.
Oh iya sepertinya teman sebangku ku ini belum kukenalkan ya, namanya Ratna, perempuan yang kalau pertama kali kalian temui pasti yg terbesit di pikiran "orang Jawa ya?". Belum banyak yang bisa kuceritakan tentang dia sih, yang jelas dia baik dan seru kok.
Kami pun mengobrol sebentar, ya walaupun sedikit canggung tapi tetap berjalan dengan baik kok. Tidak terasa juga kelas asing ini sudah mulai dipenuhi dengan yaa lagi-lagi orang yang tidak kukenal.
Di depan ku dan Ratna juga ada 2 orang perempuan lagi yang kukenal, keduanya merupakan teman sekelasku waktu kelas 10. kukenalkan keduanya ya, yang pertama Nirmala, dia teman dekatku saat kelas 10, curhat dan bahas tugas tentunya sama dia, dan satu lagi teman dekatnya yaitu Arai, dia wakil ketua kelas waktu kelas 10, tapi tetap saja aku tidak begitu dekat dengannya.
Nirmala dan Arai dari kelas 10 sampai sekarang selalu sekelas, tak heran kalau mereka sangat akrab. Aku sedikit iri akan hal itu, tapi sepertinya hal tersebut tidak perlu terlalu dipikirkan kan? Aku yakin di kelas 12 ini bisa punya teman sedekat itu juga walaupun tidak 3 tahun sekelas, atau bahkan baru kali ini sekelas? Yah tidak ada yang tahu juga kan?
Singkatnya hari pertama di kelas 12 ku berjalan biasa saja, tidak semenakutkan tapi juga tidak semenyenangkan yang kukira. Namun ada suatu hal yang kusayangkan, bukan hal besar tapi entah kenapa aku sedikit sedih karena ternyata di kelas ku banyak yang sudah kenal satu sama lain karena sekelas waktu kelas 11, alhasil mereka terlihat sudah sangat akrab.
Teman kelas 11 ku di sini cuma 3 orang, 2 laki laki dan 1 perempuan, dengan mereka saja aku tidak dekat sama sekali waktu kelas 11, iya aku memang sulit untuk bisa akrab dengan orang. Oh dan ada satu hal lagi yang menggangguku di hari pertama ini, dia datang lagi.
Ragil namanya, dia...pacarku. Lantas kenapa dia mengganggu ku? Yah hubunganku dengan Ragil sangat rumit, saking rumitnya kalau diceritakan bisa-bisa jadi satu buku.
Singkatnya hubunganku dengan dia sedang tidak baik-baik saja, tetapi sayangnya bagi dia masalah kita saat ini bukan apa-apa. Buktinya di hari pertama ini dia masih menyapaku dengan senyum sumringrah dan menjailiku, seolah-olah perdebatan kita kemarin tidak pernah terjadi.
Aku benci itu, aku selalu benci dengan orang yang mengabaikan masalah padahal sudah jelas ada di depan mata. "sabar dulu ya sayang, nanti kita cari solusinya" bullshit.
Sudah 3 bulan sejak kita menghadapi pertikaian tapi dia tidak pernah menanggapinya dengan serius, sekalipun serius, apa yang dia bahas selalu disitu-situ saja, tidak akan pernah ada perkembangan, alhasil aku lama-lama muak dengan ini.
Namun, aku masih sayang Ragil, dia lelaki yang baik, pintar, tidak macam-macam deh pokoknya, sayangnya ya ternyata kita sebenarnya tidak cocok dan ternyata Ragil masih punya masalah dengan dirinya sendiri yang harusnya ia selesaikan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memulai hubungan dengan seseorang, aku sudah sadar akan hal itu, tetapi dia belum.
Sekarang hubungan ku dengan dia tentu masih pacaran, aku hanya menunggu waktu di mana dia akhirnya sadar bahwa mungkin semua ini harus disudahi saja. Oh iya, aku dan Ragil tidak sekelas lagi, padahal waktu kelas 10 dan kelas 11 kami sekelas, di kelas 11 juga kami memulai hubungan ini.
Kelasku 12 ini ada di IPA 5, sedangkan dia di IPA 6, memang cuma beda satu kelas, tapi kelasku ada di lantai 1 sementara dia di lantai 2. Entah kenapa sepertinya semesta memang sudah memberi sinyal agar kita berdua saling menjauh.
Hari ke-tiga di kelas 12, aku masih selalu dengan Nirmala dan Arai. Teman sebangku ku si Ratna selalu mengunjungi teman akrabnya di kelas lain, alhasil aku memutuskan untuk gabung saja dengan mereka berdua.
Kala itu kelas sedang sepi karena teman sekelasku banyak yang jajan ke kantin maupun mengunjungi temannya di kelas lain seperti Ratna. Aku dan 2 yang lain juga jajan ke kantin tetapi memutuskan untuk makan di kelas saja mumpung sepi.
Asik mengobrol dengan mereka berdua, aku sampai tidak sadar ada seseorang yang masuk ke kelas, bukan anak kelasku, itu Ragil. Dia masuk ke kelas sembari membawa makanan ringan dan minuman cokelat, "halo Sena, kamu lagi pms kan ya? Nih aku bawa yang anget-anget".
Nirmala dan Arai terlihat bingung, apalagi karena mereka kenal dengan Ragil saat kelas 10. "Eh lagi ngobrol ya? Sori deh aku balik ke kelas lagi yaa", aneh memang Ragil ini, ke kelasku cuma untuk ngasih makan minum dan langsung pergi, mana dia terlihat tidak kenal dengan Nirmala dan Arai.
