2

182 152 96
                                    

"Semuanya sudah masuk ke dalam bus?" Tanya wali kelas.

"Sudah," jawab serentak.

"Bagus." Wali kelas kemudian duduk di dekat Supir bus.

"Kemarin lo kemana?" Tanya gadis berambut pirang.

"Pulang," jawab Lulu.

"Kebiasaan." Teman Lulu menjitak kepala Lulu.

"Eh, lo tau gak kemarin gue liat Kak Ferrow tangannya berdarah tapi waktu dia ngusap darahnya ternyata gak ada luka di tangannya, gue jadi makin penasaran sama dia," ucap teman Lulu.

"Darah gue itu. Kemarin dia gak sengaja nabrak gue sampe lutut gue berdarah," ucap Lulu.

"Hah? Yang bener?" Kaget teman Lulu.

Lulu mengangguk, kemarin sebenarnya ia sempat merasa kalau lututnya mulai tergores oleh besi dan benar saja, lututnya berdarah. Kemarin ia sengaja bersikap biasa saja pada Kakak kelasnya agar Kakak kelasnya tidak merasa bersalah.

Setelah Lulu menjawab rasa penasaran temannya, ia pun memutuskan untuk tidur saja di dalam bus agar kepalanya tidak merasa pusing karena Lulu sering merasa pusing jika berlama-lama di dalam bus.

Melihat Lulu tidur membuat temannya tersenyum. Sifat Lulu dari dulu tidak pernah berubah, dia selalu tidak marah jika ada orang yang menyenggol dirinya meski orang itu menyebabkan tubuh Lulu terluka, Lulu akan terus tersenyum atau bersikap dingin jika tubuhnya terluka, ia akan acuh pada dirinya agar orang-orang yang tak sengaja melukai Lulu tidak merasa bersalah yang berkepanjangan.

Teman Lulu menyandarkan kepalanya di bahu Lulu. Ia biarkan matanya terpejam di dalam bus.

Pemandangan di setiap perjalanan menuju ke tempat tujuan sangatlah indah tapi sayang Lulu tidak bisa menatap semua pemandangan yang ada, ia tidak berani membuka matanya sampai ia benar-benar sampai di tempat tujuan.

"Lulu, bangun." Teman Lulu membangunkan

"Udah nyampe?" Lulu perlahan membuka matanya.

"Iya, udah. Gue keluar yah ... lo gak usah bawa barang bawaan gue, bawa aja yang lo." Teman Lulu keluar dari dalam bus.

"Tumben." Lulu tersenyum.

Gak-gak-gak~

"Apa itu?" Kaget Lulu saat tak sengaja melihat seekor burung hitam tengah bertengger di depan bus.

Lulu keluar dari dalam bus. Burung gagak kembali mengeluarkan suara sehingga membuat Lulu sedikit merinding.

"Lu, ayo ...." Teman Lulu menarik Lulu pergi.

Gak-gak-gak~

"Gue gak sabar banget iiiiii ...," gemas teman Lulu.

Gak-gak-gak~

"Berisik banget itu burung!" Kesal Lulu.

"Burung? Mana?" Teman Lulu celingak-celinguk mencari keberadaan burung yang dimaksud Lulu.

Lulu menunjuk ke arah kiri, burung itu sekarang sedang bertengger di dahan pohon dekat wali kelasnya berada.

Lulu menunjuk ke arah kiri, burung itu sekarang sedang bertengger di dahan pohon dekat wali kelasnya berada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
GagakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang