prolog

53 4 0
                                        

'Fyuuuuu'

Suara asap yang keluar dari bibir kecil Taeyong, membuat sebuah bentuk bulat yang terbang ke langit malam itu,

"Wow, skill merokok mu boleh juga Yong. Kau belajar dari mana, kalau boleh tau?"

"Dari siapa lagi, kalau bukan dari ayah ku ah maksudnya pria gila yang berada di rumaku,"

"Bukankah itu rumah peninggalan ibumu ya?"

"Ya, itu memang peninggalan dari ibuku,"

"Ehmmm"
Dengan wajah yang dibuat imut imutkan itu dan kedua jari telunjuk yang disatukan, mungkin akan membuat seseorang muntah karena mukanya yang sangat jelek,

'Plakkk'
"Kau membuatku ingin muntah, Renjun!,"

"Aw aduh, maaf tapi aku hanya ingin sesuatu dari kau,"

"Apa?,"

"Bolehkah aku meminta makananmu?,"

"Kau ingin meminta makanan tapi seperti orang yang kerasukan saja, nih,"

Tangan mungil itu memberikan makanan yang bisa terbilang tidak layak itu, kepada Renjun

"Wah terimakasih banyak Taeyong tersayang!,"

"Ya sama sama,"

Selang beberapa waktu makanan yang tidak layak itu habis oleh Renjun,

"Nih aku sudah kenyang"

Tangannya menjulur kepada Taeyong dengan bungkus yang masih di pegangnya,

"Huh, ya. Astaga Renjun!,"

"Hehe maaf Yong,"

"Sudahlah, mari kita tidur,"

"Baiklah Taeyong tersayang"

"Hmm"

Mereka hanya bisa tidur di tempat yang kumuh dan tentunya tidak layak di jadikan tempat tinggal. Tapi mau bagaimana lagi? Ini adalah takdir mereka,

Karma. [Jaeyong]Where stories live. Discover now