Berkabung

14 1 0
                                        

Bab.1

Suasana berkabung di kuburan tampak keluarga itu memakai baju hitam semua,banyak sekali pelayat yang hadir.
Acara pemakaman itu sudah selesai tetapi beberapa orang belum mau beranjak dari kuburan itu,seraya tak percaya mereka dengan cepat kehilangan seorang ibu yang sangat baik.

Ibu Anna sudah berpulang ,bapak Harry sudibyo tampak sedih melihat istrinya berpulang dengan cepat .Pak Harry belum puas untuk menikmati hari - hari terakhir bersama almarhumah,pak Harry belum sempat mengajak Almarhum ke tanah suci.
Tetapi beliau sudah pergi lebih dulu meninggalkan pak harry.

Cuaca ini tidak sedang mendukung ,mendung dan hujan rintik - rintik sudah mulai menetes terpaksa mereka menggunakan payung untuk supaya tidak kehujanan di kuburan.

▪️
Walau cuaca dingin tetapi kesibukan di gudang  perusahaan es batu tetap berjalan dengan cepat dari cara pengolahannya,sampai bisa menjadi es batu.

Ada beberapa tahap sampai air tidak berbau dan bisa diproses dengan cekatan kecil di dalam drum biru yang besar .
Setelah itu es akan keluar sendiri tiap 20 menit,begitulah pegawai - pegawai pabrik es harus mengepak es dengan cepat sebelum mencair  ditaruh di gudang yang menggunakan pendingin hingga 3 derajat.
Pegawai - pegawai itu bertarung dengan rasa dingin setiap hari.
Sebelum es dikirim ke berbagai tempat.

Pak harry setiap hari mengecek bagaimana data penjualan es batu kristal itu,meningkat atau menurun.
Walau masih dengan suasana berduka tetap usaha harus berjalan.

Malam itu hari ke tiga ibu Anna meninggal.
Suasana berduka masih terlihat.
Siska dan Tony membagikan bingkisan untuk para anak yatim piatu yang mereka malam bersama.

Setelah anak - anak yatim pulang bersama pak ustad ,mereka berkumpul di meja makan makan bersama.

Siska sehari - hari seorang yang cuek dengan lingkungan ,tapi hari ini untungnya Siska masih bisa berpikir normal di depan orang banyak.

Kalau masih ada mamanya pasti kena tegur,mamanya selalu mengingatkan supaya Siska berpakaian yang pantas.

Sedang Tony orang yang tidak bisa diam,terlalu sibuk dengan urusannya,dan senang foya - foya.
Kedua anak pak harry memang dianggap sudah dewasa sehingga untuk diatur sudah tidak mungkin lagi.
Mereka hidup dengan dunianya.

Hari ini pak Harry pagi - pagi sudah di ruang kerja.
Ruang kerja pak harry cukup luas.
Kalau sedang di rumah pak Harry lebih banyak berdiam diri di ruangan itu.
Pak Harry orang yang baik,jarang marah.
Hanya orangnya terlalu sibuk bekerja sehingga urusan anaknya kurang
diperhatikan.

Ponsel pak Harry berbunyi.
Pembicaraan sepertinya akan ada kerja sama yang baru di bidang property.

Ya ok pak nanti sore kita bertemu," ujar pak Harry.

Siska tahu rencana ayahnya akan keluar kota,karena ada rapat usaha baru.
Siska tidak sia -  siakan waktu untuk berkumpul dengan teman - temannya.

"Eh ...  Wulan loe ke rumah gue ya,gue tunggu nanti malam ,bermalam di sini ,bokap gue lagi enggak ada ," ujar Siska.

Rumah pak Harry cukup besar ,ruang pembantu rumah tangga terpisah jauh,kalau Siska membutuhkannya mereka tinggal terhubung dengan telepon juga bel.

Sewaktu mamanya masih ada ,kalau mereka butuh pembantu menggunakan semacam bel dari kuningan untuk memanggil mereka.

Terbiasa dengan keadaan itu membuat Siska semakin bebas berbuat apa saja di rumah itu.
Kecuali pagi hari pembantu masuk untuk membersihkan ruangan itu.

Siska membuka lemari koleksi bapaknya.

"Wah ... yang mana nih ya yang mantap," ucap Siska.

"Ini mantap nih,"ucap Siska sambil mengambil dan meneliti botol itu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 13, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cinta tak DirestuiStories to obsess over. Discover now