Tamat

5 0 0
                                        

Halo namaku hester, aku sangat suka sekali dengan film, anime, komik ataupun novel yang bergenre fantasi. Dikamarku banyak sekali buku-buku sampai ayah dan ibuku memprotes agar tidak perlu membeli lagi karena dikamarku sudah terlalu banyak buku. Tapi aku tidak menghiraukannya karena aku mempunyai ruangan rahasia bersama teman- temanku. Mereka sama sepertiku si fanatik buku. Teman-temanku adalah grace, darren, dan ben mereka adalah teman-teman sekolahku. Ruangan rahasia itu ada dibelakang rumah darren sebenarnya itu gudang bekas yang dicat ulang oleh ayahnya. Dari pada kosong tidak ada yang mengisi darren meminta izin untuk dijadikan basecamp kami.

Dan ya sekarang ruangan itu dipakai untuk membahas hal-hal yang kita sukai dan membahas tugas pelajaran. Saat ini aku berada di sekolah menengah atas lumayan melelahkan memang. Tapi kadang saat aku termenung dengan tugas-tugas yang menumpuk ada pikiran ‘apa sebenernya ada dunia lain yang berjalan beriringan dengan kita ya’ aku berfikir apa yang akan aku lakukan jika memang itu terjadi. Aku sempat berfikir begitu sebelum lamunanku buyar oleh teriakan ibuku untuk menyuruh membantunya. Besok aku akan pergi sekolah semoga saja besok hari yang menyenangkan.

Saat pagi hari aku, grace, darren, dan ben pergi ke sekolah bersama – sama. Dalam perjalanan sesekali kita mengobrol. ketika kita melewati sebuah taman kecil aku menemukan jam musik tua berbentuk kotak kecil.

“wah, lihat ada jam” aku terkejut. Aku langsung mengambilnya dan memperhatikan jam itu.

“wah iya” grace menjawab sambil mendekati aku yang sedang mengamati.

“bagaimama jika aku bawa saja?” tanya aku kepada yang lainnya.

“jangan sembarangan ambil barang siapa tau kan jam itu ada apa-apanya” darren memperingati.

“wah bagus dong kalau gitu siapa tau kita bisa bertemu dengan penyihir atau putri kerajaan” ben tertawa.

“ada-ada aja, aku bawa dulu aja deh siapa tau masih berfungsi” aku tidak mau membuang barang yang sepertinya masih berharga dan menyimpannya di tas

“yaudah yuk berangkat mau telat nih” timpal darren. Mereka tidak mau berlama – lama disana jika telat penjaga sekolah tidak akan membolehkan mereka masuk ke sekolah.

Kita pergi kesekolah dengan membawa jam itu. Sesaat aku berfikir mungkin ada rahasia dibalik jam itu tapi segera aku menghapus fikiran itu. Saat sudah sampai disekolah, kita Mengikuti pelajaran seperti biasa. Setelah bel istirahat berbunyi aku dan yang lainnya memakan bekal yang dibawa dan sesekali mengobrol.

“kalian tahu buku cerita berjudul pria bertopi dan jam tua? aku menemukannya tersimpan di kotak kardus, didalamnya terdapat satu buku dan banyak bulu burung berwarna biru  entah bagaimana ada didalam basecamp kita. Aku menemukannya saat ingin mengambil buku novel untuk dibaca dikamar. Bukunya bercerita tentang pria bertopi yang memasuki dunia lain dengan jamnya. Tapi sebelumnya, aku belum pernah membacanya di basecamp kita apa diantara kalian ada yang membawanya?” darren bertanya menatap aku dan yang lainnya.

“aku tidak pernah membawa buku seperti itu dan belum pernah mendengar ceritanya. Sepertinya seru, boleh aku baca juga” aku bertanya dengan semangat.

“aku juga tidak pernah membawa buku seperti itu apalagi jika mengisinya dengan bulu burung, aneh sekali” ucap grace heran.

“mungkin ayahmu yang membawanya dari kantor dan menaruhnya di basecamp kita” ucap ben penasaran siapa pengirim buku itu.

“sepertinya tidak mungkin karena ayahku selama minggu ini bekerja diluar kota tapi jika ibuku itu juga tidak mungkin aku sudah menanyakannya tapi dia tidak tahu siapa yang menaruh buku itu” ucap derren meyakinkan.

“aku ingin membacanya” ucap grace penasaran.

“aku juga!” ucap ben, dia sangat bersemangat apalagi ceritanya membuatnya penasaran.

Save The Magical World! Geschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt