Prolog

45 7 2
                                        

Author: Lunette de Zaleist zalelune)

Type: Chaptered

Genre: AU, Family, Romance, Hurt/comfort

Rating: R

Lenght: 633 words

A/N: Jangan lupa mengajak teman-teman kalian untuk membaca FF ini ya? ❤

Enjoy! ^^

Aku tidak bisa keluar dari kotak kecil ini, aku ingin melarikan diri untuk pergi menuju akhir dari sebuah cerita

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Aku tidak bisa keluar dari kotak kecil ini, aku ingin melarikan diri untuk pergi menuju akhir dari sebuah cerita.

Lagipula, tidak ada penonton di sini. Jadi akan kumainkan peranku dengan seputus asa mungkin.

Diriku sudah tidak ada, aku tidak lebih dari sebuah nama saja.

Lebih baik kita saling melahap satu sama lain, sehingga perpanjangan cerita tidak lagi diperlukan.

Seperti yang kuharapkan, saling menyerang dan melontarkan perkataan benci itu terasa sangat dramatis.

"Kau tidak bisa apa-apa."

"Kau bukan siapa-siapa."

Kau yang berada di depan orang yang sudah menyerah, hanya menatap  tajam dengan tawa mengejek ketika tubuh ini terjatuh. Menurutmu, aku ini terlihat seperti apa?

Jika ada yang mengatakan bahwa hidup seperti drama, bukankah kenyataannya memang begitu?

Kita tidak jauh berbeda dari aktris dan aktor yang memerankan sebuah karakter di atas panggung maupun di layar kaca.

Ya, kita sedang memerankan diri kita masing-masing dengan naskah yang kita buat sendiri.

Aku tidak ingin memikirkannya lagi, aku lebih memilih untuk menjadi orang bodoh saja.

Namun, setelah ribuan lonceng berbunyi nyaring di dalam kepalaku, aku mulai memahaminya dan sekarang aku menyesal.

Aku menangisi waktu yang telah bergulir karena tidak sempat menyelamatkan diriku sendiri.

Aku bahkan tidak tahu apakah ini kesepian atau cinta karena aku sudah lama membuang sisi manusiaku. Aku pun tidak lagi bisa merasakan sebuah kehangatan dalam kebaikan.

Karena itu, kini aku berdiri di garis depan. Kutarik napas yang dalam lalu kukibarkan benderaku dengan begitu tinggi.

Aku bahkan sudah tidak memerlukan kata-kata pelipur lara lagi.

Kini, momen di saat aku hanya memiliki satu kesempatan terakhir, akan kupertaruhkan semuanya.

Sepertinya ini akan menjadi sebuah titik klimaks dari sebuah cerita. Aku sudah menduga bahwa hal yang seperti ini, cepat atau lambat, pasti akan terjadi. Maka dengan sekuat tenaga, kugenggam keringat dan darahku.

Hingga akhirnya aku menangis dengan sebuah senyuman yang lebar.

Kebenaran yang selama ini aku sembunyikan, saat mengingatnya, aku sudah tidak merasa takut lagi.

Aku yang terlahir tanpa cinta, akhirnya memilih untuk menunjukkan senyuman malaikat untuk menggemparkan dunia. Akan kupikat semua orang dengan manik mata yang berkilauan ini, sembari mengatakan kepada mereka, "Aku mencintaimu."

Terlihat sempurna, meski banyak dusta.

"Lihatlah, seribu satu yang bisa seperti dia." 

"Dia bisa melakukan apa pun yang dia mau."

"Rasanya pasti akan sangat menyenangkan jika bisa menjadi sepertinya."

Orang-orang yang berperan sebagai karakter pendamping seakan tiada henti bermonolog ria mengenai pemeran utama. Membalut rasa iri dan dengki dengan ucapan yang semanis madu, meski mengandung bisa yang mematikan.

Tidak bisa, aku tidak bisa berhenti. Dipuja-puja dan dibenci dalam waktu yang bersamaan, membuatku untuk tidak ingin memperlihatkan kelemahan ini.

Karena di sinilah, tempatnya para bintang bertakhta

Dusta adalah perwujudan cinta yang luar biasa.

Benar, aku memang idola yang tamak. Hari ini pun, aku kembali berdusta. Dengan terus mengatakan kalimat cinta kepada penggemar, aku berusaha untuk menggapai keinginanku.

Tidak pernah dicintai oleh siapa pun dan tidak pernah mencintai siapa pun. Tapi, jauh di dalam lubuk hati ini, aku percaya bahwa suatu saat nanti, dusta yang kuucapkan ini akan menjadi kenyataan.

Meski membutuhkan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, aku akan tetap berusaha untuk mengucapkannya dengan tulus.

"Aku mencintaimu."

Ah, akhirnya kalimat tersebut sanggup kukatakan. 

Dan itu bukanlah dusta.

Melalui prolog di atas, apa ada yang tahu, kira-kira FF kali ini menceritakan tentang apa?

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Melalui prolog di atas, apa ada yang tahu, kira-kira FF kali ini menceritakan tentang apa?

Dan dikarenakan masih belum ada like dan komentar, meski viewers-nya sudah lumayan, jadi update untuk cerita yang ini akan menunggu kalau sudah ramai dulu. Mungkin di antara kalian masih banyak yang mudik, jadi belum sempat untuk membaca. Stay safe ya, Byeolnims ❤

Selamat liburan, with lotta love,
𝙇𝙪𝙣𝙚𝙩𝙩𝙚 𝙙𝙚 𝙕𝙖𝙡𝙚𝙞𝙨𝙩 ・ 。゚☽࿐

[04:23 WIB | 23•04•2023]

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 21, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DramaturgyWhere stories live. Discover now