8.45 PM
Suatu mobil berisi keluarga kecil sedang melaju di jalanan yang sudah mulai sepi. Dua orang di bangku depan dan dua orang di bangku belakang. Adelio Evans Xabiru, anak tertua di keluarga ini sedang sibuk memainkan hp nya, sedangkan adiknya yang bernama Vina sudah tertidur pulas dengan posisi duduk. Tak berselang lama, terdengar suara motor sport yang sangat kencang, beberapa detik kemudian motor tersebut menyalip mobil keluarga Biru.
"Astaga. . . perempuan kalo bawa motor kok kaya gitu, udah gitu suaranya. . . kaya motor abang yaa pa" ucap Lina, mama Biru yang sedari tadi masih terjaga.
Biru yang awalnya tidak peduli dengan pengendara motor tersebut tiba-tiba menggeser duduknya sedikit ke kanan agar bisa melihat pengendara tersebut dari kaca mobil.
"Yaa mungkin perempuan tadi emang hobi motor-motor gitu, kaya abang" sahut Eric, papa Biru.
"Tapi tadi dia ngendarain motornya cepet banget loh pa. . ." ucap mama Biru.
"Halah segitu doang mah lamban, coba balapan sama abang. Pasti kalah tu cewe" ucap Biru meremehkan, jauh di dalam lubuk hatinya ada perasaan aneh yang sulit dideskripsikan.
"Oh iya, omong-omong soal motor, motor Biru kapan dianter kesini?" ucap biru lagi.
"Besok papa urus, sekalian ambil mobil sama barang-barang lainnya" ucap papa Biru sembari fokus menyetir.
Ya, keluarga mereka memang sedang melakukan perjalanan untuk pindah rumah. Karena kepentingan pekerjaan papanya, tapi keluarga ini pindah ke tempat yang dulu sudah pernah mereka singgahi. (Bisa dibilang pulang kampung tapi bukan pulang kampung:3)
"Eh iya bang, Vina ngga kebangun tuh? habis denger suara motor yang kenceng banget" tanya mama Biru tanpa menoleh.
Mendengar pertanyaan tersebut, Biru menoleh dan melihat adiknya, ia pun terkekeh.
"Hahah ratu tidur kok, mana mungkin kebangun cuma gara-gara suara motor kaya gitu" ucap Biru sembari tertawa kecil.
Mama dan Papa Biru yang mendengar itu kemudian menoleh sebentar kebelakang lalu menggeleng kepala secara bersamaan.
***
