~Enjoy
.
.
.
.
.
---
Aku sudah mati. Mati dalam kecelakaan kereta saat diriku hendak kabur dari orang, yang mengaku sebagai keluargaku, yang ingin menjualku ke pasar perbudakan.
Kalian berpikir sebuah keluarga tak mungkin melakukan hal seperti itu? Nyatanya itu yang terjadi padaku, keluargaku memang bukanlah keluarga kandungku tapi mereka sudah mengasuhku sejak aku ditinggalkan di depan rumah mereka. Yang artinya sejak bayi aku sudah dibuang, lalu saat diasuh pun aku diperlakukan layaknya budak mereka dan akhirnya saat diriku berumur 16 tahun mereka berniat menjadikanku budak yang sesungguhnya.
Semuanya berjalan begitu cepat sampai-sampai aku belum pernah bisa merasakan apa yang orang-orang sebut kebahagiaan. Apa kalian berpikir aku alay, lebay dan tak bersyukur karena berkata seperti itu? Entahlah, coba saja kalian rasakan apa yang kurasakan selama 16 tahun ini dan kita lihat apa kalian bisa bertahan atau tidak.
Kuulangi lagi, aku sudah mati. Seharusnya aku sudah berada di surga atau neraka saat ini. Tapi yang kudapati saat kubuka mata adalah langit langit tinggi dengan lampu gantung kusam.
“Nona, nona Violet,”panggilan yang sepertinya mengacu padaku terdengar.
Aku mengalihkan pandanganku dan bersitatap dengan seorang wanita dewasa dengan pakaian maid khas abad pertengahan. Sesaat setelah kami bersitatap, maid itu langsung berlari keluar.
‘Aneh,’ pikirku, aku beranjak dari tidur lalu berjalan menuju cermin besar yang ada di sana. Dapat kulihat sosok cilik cantik berambut ungu berdiri di sana, sudah pasti itu bayanganku bukan?
“Hahaha,”aku tertawa, tertawa miris menyadari apa yang sudah menimpaku. Setelah mati tanpa kebahagian, kini tuhan ingin aku menjalani kehidupan lagi? Lucu. Kali ini apa yang akan kujalani? Hidup penuh kebahagiaan? Penuh harta dan laki-laki? Atau hidup dengan kesengsaraan yang sama?
Kusentuh cermin di depanku, dan beberapa rekaman memori kini yang nampak disana.
“Hahahaha,”aku lagi-lagi tertawa, apa-apaan ini?! Tuhan seperti sedang bercanda denganku. Aku harus menjalani kehidupan yang seperti itu lagi? Sangat lucu. Oi Tuhan, kuucapkan selamat, candaanmu sangatlah lucu.
“Click,”pintu kamar terbuka dan nampak maid tadi datang bersama seseorang laki-laki paruh baya di sampingnya, dapat kusimpulkan dia doktor dari jas putih yang dipakainya.
“Nona, jangan berjalan dulu,”maid tadi menghampiriku dan mengangkatku menuju kasur kembali. Setelahnya, dokter tadi mulai memeriksa tubuhku dalam waktu sepuluh menit, sangat singkat.
“Tubuhnya sudah stabil. Dia bisa beraktivitas seperti biasanya,”jelas sang doktor yang langsung kusumpahserapahi dalam hati.
Apa yang ia katakan?Jelas jelas tubuhku masih pegal-pegal dan kepalaku masih berdenyut. Ah, sudahlah mengingat bagaimana tubuh ini diperlakukan dulu, sudah tak aneh jika aku juga diperlakukan seperti ini.
Aku menutup mataku dan melambaikan tanganku, gestur mengusir untuk kedua orang dewasa itu. Mereka langsung pergi tanpa sepatah kata pun. Padahal kasta tubuh ini jauh lebih tinggi dari mereka, tapi mereka sama sekali tak pamit untuk menghormatinya.
Kali ini biar kuceritakan tentang tubuh yang kini kusinggahi ini. Nama tubuh ini adalah Violet de Zachary, nama yang cantik sesuai dengan tubuhnya yang cantik, tapi tak sesuai untuk nasibnya yang buruk rupa. Violet lahir dari pasangan Duke Zachary dan seorang pelayan. Tentu hal itu adalah aib bagi keluarga Zachary sehingga dari bayi hingga berumur 6 tahun Violet tumbuh bersama ibunya di pinggiran kota. Tapi saat usianya menginjak 6 tahun dimana ibunya meninggal karena sebuah wabah, dirinya tiba tiba dipanggil kembali ke keluarga Duke Zachary dan diangkat menjadi putri bungsunya.
YOU ARE READING
Finding a Home
FantasyJudul awal : Second Chance (isekai) Aku seharusnya sudah mati, mati tanpa kebahagian, keluarga dan kenangan. Hidup menyedihkan yang kukira telah menemui akhirnya ternyata tetap berlanjut. Hidupku terus berlanjut di tubuh gadis cilik ini, gadis yang...
