Bar(18+)

257 5 1
                                        

Hello guys, gw bawa cerita baru semoga pada suka ya... Jangan lupa vote!

--------------------------------------------

Seorang bar waiter mulai sibuk dengan tugas nya. Malam ini banyak orang yang datang ke bar, hal ini membuat ia harus kerja ekstra.

"Thalassa" panggil salah seorang teman kerja nya.

Wanita itu menoleh. "Ada apa?"

"Ada bahan yang habis, tolong ambilkan di gudang". Suruh pria itu sambil menyodorkan sebuah kertas. "Semua nya sudah di list, tinggal ambil saja"

"Kenapa tidak dari tadi geo?!" Kesal Thalassa. "Aku sedang membuat pesanan"

Geo menyengir. "Aku lupa, biar aku saja yang melanjutkan nya, kau cepat ambil semua barang itu"

"Ck menyusahkan " Thalassa menghentakkan kaki nya kesal. "Geo tolol, bukan nya dari tadi disiapkan, menyusahkan saja!" Thalassa menggerutu.

Mau tak mau Thalassa harus mengambilnya, dengan cepat semua barang sudah ia simpan di keranjang khusus.

Matanya melihat ke sekeliling, ratusan orang tampak senang dengan lagu yang diputar. Bau alkohol sudah menjadi hal biasa bagi Thalassa.

Tatapannya berhenti ketika seorang wanita menambah kan sesuatu ke dalam minuman.  Thalassa masih mengamati.

"Apa itu?" Batin nya.

"Astaga... Thalassa cepat gw butuh itu"

"Bawel, iya-iya ini kesana" Thalassa segera kembali menuju tempatnya.

"Lambat" gumam geo

"Menyusahkan" balas Thalassa.

Mereka berdua kembali sibuk  dengan membuat minuman yang di pesan, hari ini benar-benar melelahkan.

Hari semakin malam, biasanya pemesan minuman pun berkurang, mereka sudah tak sadarkan diri karena mabuk.
Thalassa mendudukkan pantat nya beristirahat sebentar, malam ini cukup lelah.

"Huft" Thalassa memilih duduk di sofa yang tersedia disana. Tak jauh dari sana, seorang wanita dan pria tengah bercumbu.

Thalassa membuang mukanya. "Pemandangan yang buruk"

"Bruk"

"Aduh" Thalassa menarik kaki nya yang tak sengaja di tendang. Sial! Wanita dan pria tadi kini dihadapannya. Mengapa ia terus-menerus bertemu mereka, terutama wanita ini.

"Ummm, sorry ga.. li-at" kata wanita itu terbata-bata sambil sempoyongan. Dan kembali berjalan membopong pria itu.

Wanita itu tengah membopong tubuh pria. mungkin mereka akan memesan kamar- pikir Thalassa.

"Brak" sebuah handphone berlogo apel terjatuh dari saku pria itu.

Thalassa mengambilnya.

Ein  is calling

Baru saja melihat sudah di matikan, Thalassa menatap notifikasi, sudah 20 kali nama yang sama itu menelponnya dan ada beberapa pesan dari WhatsApp juga.

Detik kemudia menelpon lagi, tanpa ragu Thalassa menekan tombol hijau.

"H-hallo?" Ucap Thalassa

"Halo, tuan Caspian  cepat pulang ke rumah, nona Vesha sedari tadi terus menangis saya sudah bingung, saya sudah memberikan susu tapi tetap saja menangis,  mungkin nona Vesha rindu tuan" ucap wanita di sebrang sana, yang pastinya bernama Zoya.

Thalassa mendengar suara tangisan bayi diseberang sana.
"Apakah Vesha itu masih bayi dan anak pria tadi?" Pikir Thalassa.

" Hallo!" Teriak wanita di seberang sana

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 30, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Om Duda (21+)Where stories live. Discover now