Mungkin,
Kita perlu mengumpulkan residu rindu
Mengaduknya dengan bersibisu
Mencampurnya dengan nirmala
Meneguknya dengan jumawa
Tibatiba,
Ingatanku berdesak
mengeja namamu
Membaca senyummu
di pelataran paling parau
Memaknai gempita
yang diamdiam purna
Menjadikan bahagia
sebagai pusat semesta
Lantas,
Aku ingin membeli kesibukanmu
Menukarnya dengan pertemuan itu
Menghabiskannya
dengan percakapan baru
Menutupnya dengan senja
yang paling haru
Hingga,
Renjana terlelap dalam labirin
paling jelaga
Rencana paling ranum
matikan logika
Enigma rasa menjelma kita
Bertegur sapa perihal semoga
Yogyakarta, 8 September 2018
YOU ARE READING
ZIARAH INGATAN (KUMPULAN PUISI)
PoetrySekumpulan Puisi tentang Perjalanan Menziarahi Ingatan Masa Lalu
