Rizal, seorang anak SMA kelas 3 yg merupakan anti sosial. Ia sangat susah bersosialisasi dengan org lain sampai ia tak memiliki satu pun teman
Rizal selalu berharap untuk memiliki satu teman saja, tapi ia menyadari kekurangannya sehingga ia pun berhenti berharap
Rizal selalu memendam sesuatu di hatinya, tapi ia tak tau mau curhat ke siapa
-Ke ortunya?
-Ortunya selalu sibuk dengan pekerjaannya
Sehingga, Rizal selalu curhat di medsosnya. Di medsos ia selalu menceritakan isi curhatannya. Ada yg menanggapinya dengan sopan dan ada yg menanggapinya dengan kasar
Yg kasar selalu saja menganggap cerita Rizal hanyalah dongeng semata, kata kata yg sering keluar adalah cacian makian untuknya
Rizal yg selalu membaca komentar tersebut pun merasa sakit hati, ia ingin membalasnya. Tapi, apalah daya ia harus menahannya lebih lama lagi
Di sekolah, diumumkan akan ada acara untuk merayakan ultah sekolah. Semua murid diharapkan memiliki satu pasangan teman, Rizal yg mendengar itu hanya menghela napas. Mengingat ia tak punya teman satu pun disini
Namun keberuntungan datang kepadanya, tiba tiba saja ada murid yg memberikan tangannya ke arah dirinya
"Kamu, mau jadi temanku"? Ucapnya
Rizal yg mendengar hal itu pun terkejut bercampur senang, ia pun menerima tangan tersebut
"Ok, aku mau" ucap Rizal
Rizal pikir, mungkin sejak hari itu akan berubah. Tapi, ternyata tidak. Org yg mau menjadi temannya ternyata mengkhianatinya. Ia menjadi pembully bagi Rizal
Rizal pun hanya menerima nasibnya ini, meskipun di lubuk hatinya ia ingin balas dendam. Rizal setiap hari selalu dibully oleh mereka, tapi Rizal hanya diam saja
Sampai waktu dimana Rizal tidak kuat dan memutuskan untuk curhat di medsos lagi, berharap mendapat simpati ia malah mendapatkan cacian dan makian lagi
Rizal pun hanya menahan nangis membaca semua cibiran tersebut, dipikir lagi ternyata tak ada gunanya curhat di medsos
Rizal menyadari kalo dirinya dibully di dua tempat, di sekolah dan di medsos. Tapi, Rizal tetap berteguh untuk menahan semua dendamnya
Makin hari, bully yg dialami Rizal semakin banyak, ini menyebabkan Rizal tidak masuk sekolah lagi. Ia telah menghabiskan banyak waktu di medsos
-Apakah itu membantunya?
-Tentu saja tidak, malah Rizal menjadi tambah stress dan mulai memiliki niatan untuk bunuh diri. Melihat komentar yg berisi cibiran untuknya membuat Rizal bertekad untuk bunuh diri
"Aku sudah tak bisa bertahan lagi"
"Baiklah, aku akan mengakhiri semuanya"
Saat ingin menusukkan pisau ke dadanya, tiba tiba saja muncul sebuah roh seperti gelembung memanjang di hadapannya. Itu membuat rizal kaget sekaligus jatuh tersungkur ke belakang
"Aku tau apa yg kamu rasakan"?
Roh itu tiba tiba saja berbicara padanya
"Siapa kamu"?
"Aku roh, kau tau"?
Rizal hanya menggelengkan kepalanya
"Apakah kamu ingin balas dendam"?
Ucapan roh tersebut membuat Rizal kaget, ia merasa sepertinya roh ini tahu tentang dirinya
"Apakah kamu mengetahui diriku"?
KAMU SEDANG MEMBACA
Tizen
Short StoryMenceritakan asal usul terbentuknya karakter Tizen dan tambahan cerita yg berkaitan dengan Tizen Cerita dibuat oleh saya dan Yoiuri69
