Setunggal

22 3 0
                                        

Seperti biasa, Taeri memasuki tempat kerjanya dengan langkah malas. Sebenarnya dia tidak perlu bersusah payah untuk bekerja seperti ini, tinggal meminta ibu dan ayahnya, dia bisa dengan mudah mendapatkan apapun yang di inginkan. Tapi untuk sekarang, hal itu tidak akan pernah terjadi lagi. Kenapa? karena dia sudah tidak tinggal dengan kedua orang tuanya lagi. Ya - bilang saja dia dia sudah diusir karena ketahuan membawa pria rendahan masuk kerumahnya. Ah - tidak, lebih tepat rumah ayah dan ibunya.

Taeri memang anak orang kaya. Orang tuanya seorang yang memiliki perusahaan terbesar di Seoul. Dulu dia selalu di belikan barang-barang mewah oleh ibunya, tanpa ia meminta sekalipun. Misal saja, di hari ulang tahunya yang ke 18 tahun, Taeri mendapatkan mobil mewah pengeluaran terbaru. Bukankah itu berlebihan? Ya, memang, dan Taeri menyukainya.

Ekonomi yang sangat-sangat mencukupi, bukan hal yang sulit untuknya mendapatkan teman di sekolah. Orang tua Taeri merupak meyumbang terbesar di sekolahnya, dan itu membuatnya menjadi anak yang populer. Hidup nyaman, dan populer di sekolah membuatnya hilang akal. Sombong? itu benar. Serahkah? ya, sangat. Apapun yang dia inginkan, dia harus mendapatkannya......... bagaimanapun caranya. Dan kekayaan kedua orang tuanya menjadi tameng bagi Taeri.

Bos. Sebutan itulah yang tepat untuknya, waktu itu. Siswa maupun siswi yang tidak sederajat dengannya alias miskin, akan di ancam dan dijadikannya.... budak? dan yang menentang, tidak akan ada ampun baginya. Taeri terlalu ditakuti untuk siswa bahkan guru sekalipun.

Setelah kelulusan, dia sama sekali tidak berniat melanjutkan studinya. Dan anehnya, orang tua Taeri sama sekali tidak marah atau sedikitpun membujuknya untuk besekolah lagi. Hari - hari bebasnya di manfaatkan Taeri untuk pergi ke club, menghabiskan waktu dengan teman-temannya. dia selalu pulang malam dalam keadaan mabuk, bahkan dia pernah tak pulang selama seminggu.

Kebiasaan buruk Taeri sedikit demi sedikit menghilang, ketika dia menyukai seorang pria yang pernah menolongnya. Pria yang membuatnya diusir dari rumah. Pria yang telah menyadarkannya akan kehidupan buruk yang sudah dia perbuat. Dan sekarang............. pria itu menjadi rekan kerjanya.

"Hei, Taeri-ya?" sapa pria yang tengah berdiri di depan mesin kasir.

Dengan senyum ceria, Taeri melambaikan tangannya kepada pria itu. "Pagi, oppa. Apa pelanggannya banyak?"

"Ya, dan kau terlambat lagi. Kau tak kasihan padaku untuk mengurus semua pelanggan itu sendirian?"

"Hehe, maafkan aku? Oppa kan tahu, kalau aku, -"

"Ya ya ya, arraseo. Aku sudah malas mendengar alasan itu dari mulutmu."

"Seungwoon-ah! antarkan pesanan ini di meja pojok!" teriak seseorang dari arah dapur.

"Baiklah!" jawab pria yang bernama Seungwoon itu. Senyum jahil terlihat mulai tergambar di wajahnya. "Sekarang, sebagai permintaan maafmu, antarkan pesanan ini di meja itu." pintanya, menyodorkan nampan yang berisi pesanan itu.

"Siap, bos!" jawab Taeri mengangkat tangannya, hormat. Dengan senyum masih terukir di wajahnya, Taeri mengambil nampan itu.

"Taeri-ya,...." suara yang menurut Taeri seksi itu, menghentikan langkahnya.

"Ya?" Taeri membulatkan bola matanya ketika tangan besar milik Seungwoon membelai lembut puncak kepalanya. Kaget, tentu saja iya. Karena ini perlakuan pertama yang ia dapat darinya.

daebak! kenapa wajah Seungwoon oppa terlihat sangat - woah....... ganteng banget!!! akh jantungku!

"Kau pasti lelah, bagaimana jika nanti kita pergi kesuatu tempat?" ajak Seungwoon masih membelai rambut gadis di depannya.

"M-mwo?" tanya Taeri memastikan kalau pendengarannya masih berfungsi.

"Aku ingin mengajakmu pergi, Taeri-ya, ketempat yang indah. Ya, anggap saja hari ini aku sedang berbaik hati. Lagian akhir-akhir ini cafe sangat ramai, tidak salah, kan, merenggangkan otot dan pikiran kita dengan jalan-jalan?"

"Apa oppa sedang mengajakku kencan?"

"Hmm, kau bisa menyebutnya begitu." jawab Seungwoon, tersenyum. "Baiklah, aku mau." ucap Taeri menyetujui.

"Ok, aku tunggu di parkiran, sepulang kerja." Taeri mengangguk dan tersenyum. Senyum kebahagiaan, tentunya. "aku.... akan mengantarkan ini dulu." ucap Taeri lagi.

Kencan dengannya?! Yay...... akhirnya...!!! aku harus tampil cantik nanti..!! ya, harus!

***(~,~)***


To be continue. 

VINDICTAWhere stories live. Discover now