Hari ini, ada banyak hal yang terjadi. Entah itu hanya pemikiran ku saja, atau memang seperti itu adanya. Seluruh perasaanku tercampur aduk, dalam satu hari penuh.
Aku Sequilla, tentu saja nama itu karangan. Karena ini hanyalah sebuah cerita fiksi. Tetapi mungkin ada beberapa dari kalian yang juga merasakan hal yang sama dengan ku.
Aku tidak pandai berbicara panjang lebar. Artinya, aku tidak jago dalam hal mencari topik. Terlebih lagi jika kepada seseorang yang tidak terlalu akrab dengan ku. Pasti aku lebih cenderung diam saja. Hahaha.
Dalam hal mengekspresikan sesuatu maupun menanggapi hal yang kira-kira menyenangkan, menyedihkan, ataupun tentang kebahagiaan seseorang, aku yang terburuk. Misalkan orang itu mendapat kabar bahwa dirinya memenangkan lotere hadiah utama, aku tidak iri sama sekali. Melainkan bingung harus bagaimana balasanku kepadanya. Akhirnya aku hanya tertawa hambar berpura-pura tersenyum sambil memberikannya selamat.
Begitu pula ketika ada seseorang yang tengah bersedih karena kucing kesayangannya meninggal, misalkan. Aku hanya menyarankan untuk bersabar dan kemudian terdiam. Karena aku tidak tahu harus apa, dan bagaimana cara penghiburan yang tepat untuknya. Bahkan kepada orang terdekatku sekalipun.
Teman-teman ku menganggap bahwa kepribadian ku sangatlah unik. Karena yang mereka tahu, aku selalu membuat lelucon abstrak didepan mereka, dimana saja. Padahal sejujurnya.. aku hanya berusaha keras untuk menghibur diriku sendiri. Dengan melihat reaksi kalian semua saat mendengar candaan ku, aku sudah senang. Bahkan aku bisa melupakan keterpurukan ku sejenak. Hanya saat itu.
Orang-orang tahu nya aku adalah orang yang selalu ceria, karena setiap kali aku berkumpul dengan teman-teman ku, akulah yang paling sering tertawa lepas tanpa memikirkan keadaan. Hingga dapat terlihat sangat bahagia. Bahkan gelak tawa ku keluar hanya karena adanya sedikit hal lucu dari perkumpulan itu. Tidak capek? Tentu saja lelah. Karena itu menyenangkan.
Alasanku selalu tertawa saat bersama mereka, sebab aku tidak bisa tertawa ketika sudah sampai rumah. Rasa kesepian, keheningan sekaligus kenyamanan, tekanan batin yang diberikan oleh keluargaku, membuat diriku terdiam.
Hanya bermodalkan headset, handphone, dan juga kamar tertutup, itu sudah merupakan surga dunia bagiku. Duniaku hanyalah kamar itu. Yang dapat membuatku tenang, aman serta damai, dikala kebisingan yang menyekik di luar itu, di seluruh dunia.
Itulah alasanku yang cenderung berada di dalam rumah. Keramaian di dunia ini bagaikan sebuah lautan yang tak mendasar. Dan ada aku di dalamnya. Sesak. Membuatku sulit bernafas, dan frustasi. Aku tidak suka. Sapaan ramah ataupun hanya sekadar basa-basi, menurutku itu merupakan bualan omong kosong yang sama sekali tidak penting. Terkecuali kepada orang tua. Tetapi aku tahu itu adalah bentuk sopan santun. Jadi aku sedikit memakluminya, walaupun aku sendiri hampir tidak pernah melakukan basa-basi itu.
ESTÁS LEYENDO
Introverted Situation
Historia CortaUntuk apa memulai bersosialisasi? itu sangat menyusahkan, menyesakkan, dan menguras banyak tenaga. Mungkin menurut kalian aku aneh. Tidak apa. Karena aku juga tidak terlalu membutuhkan opini kalian. [Cerita Pendek]
