Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Peter pan can't have his Wendy, that's the problem."
....
Anahita Irie, gadis biasa tanpa kepopuleran apapun, tidak hits dan tidak juga berbadan modis hingga dapat membuatnya menjadi pusat perhatian.
Ia hanya seorang gadis jujur, dan pintar. Walaupun begitu, ia tetap bodoh jika di hadapkan pada kisah percintaan hingga dimana ia memergoki kekasihnya, sedang berpelukan di tempat umum.
Anahita hanya menghela nafas lalu berlalu pergi meninggalkan sahabatnya yang lebih dulu emosi dari pada dia.
Esok nya, Anahita menemui kekasihnya, Alastar Dewangga. Meminta penjelasan tujuannya, tetapi ketika di depan pintu kelas Alastar, perempuan itu malah dibuat kaget, lagi.
Alastar sedang merangkul pinggang perempuan kemarin yang dilihatnya, Nala kalingga.
"Alastar.." Kedua insan yang sedang bermesraan itu menoleh, Alastar terkejut dan langsung melepas rangkulan pada Nala.
"Irie! ini ngga apa yang kamu lihat, i can explain this," Alastar bangkit dari duduknya dan menghampiri Anahita yang sedari tadi bergeming.
Nala yang melihat itu mendengus kesal dan mencebikkan bibirnya.
"Then, explain. Aku mau denger." Alastar mengangguk, tapi tiba tiba bibirnya kaku, tidak ada sepatah katapun yang mampu dia keluarkan.
Anahita menepis tangan Alastar yang menggenggam tangannya lalu tertawa sarkas.
"Alastar, jangan malu maluin diri sendiri." Anahita mendekati bahu Alastar lalu berbisik, "kamu keliatan kaya orang bodoh bin tolol, kasian pangkat cowo hits mu yang ga berguna itu."
Alastar mengeraskan rahangnya, ia merasa di hina jika begini.
"Cewe murahan kaya lo kalo dikasih hati makin ngelunjak ya," Anahita menatap Alastar yang baru saja melemparkan pernyataan yang agak kasar.
"Oh? Lo ngasi gue hati? Alastar, gue bahkan gapernah ngelirik sedikit pun ke lo." Skakmat, Alastar tak tau harus berkata apa.
Alastar semakin tersulut emosi, Nala yang melihat itu langsung beranjak dan menghampiri Alastar. Nala memeluk Alastar guna 'mengambil' simpati lelaki itu.
Anahita yang melihat itu berdecih, ia lalu meninggalkan dua pasangan sampah itu pergi, melihat mereka membuat Anahita ingin muntah.
"Alastar, maafin aku ya, harusnya aku tau diri dan ga naruh perasaan ke kamu," Nala masih memeluk Alastar sambil sesegukan. Alastar menggelengkan kepalanya lalu merengkuh Nala sambil mengusap punggungnya.
"Engga, Nal. Kamu ga salah, Irie yang salah karna dia ga pernah perhatian ke aku."
Dan hari itu juga, Anahita memutuskan mengakhiri hubungan yang dianggapnya tidak menghasilkan keuntungan sama sekali itu.
Anahita dan Alastar, selesai.
•••••
Menerima segala masukan yang berbobot dan juga membantu, all hate comments will be removed.
follow my acc instagram : @y.rmln__
jangan lupa klik tanda bintang guna memberi tanda menghargai usaha menulis saya.