10.07 - 11.15

204 13 8
                                        

Pada Desember kesembilan yang kita lalui bersama, aku masihlah pemuda gigih yang kamu kenal. Bahwa aku tumbuh dan mekar tanpa mengenal rasa takut kehilangan arah. Sebab, kamulah satu-satunya tujuan yang selalu aku upayakan.

Los Angeles, California, 4 Desember 2021.

Kim Taehyung.

🌙

TONIGHT

BTS © BIG HIT ENTERTAINMENT

Everything within this book is only fiction.

Rating: Mature (NC 18+)

Genre: Romance, hurt/comfort

Content Warning: Top!Taehyung, bottom!Seokjin, late night conversation, non-linear narrative, gay sex, oral sex, anal sex, anal fingering, dry humping, kissing

🌙

When this night passes

I'm afraid I won't be able to see you

10.07 p.m.

Kim Taehyung seratus persen paham bahwa kekasihnya tidak menyukai musim dingin.

"Kita mau ke mana, Voo-ah?"

Pintu yang ditutup menggetarkan rangka mobil. Taehyung tidak langsung menjawab, melainkan menuntun sebuah syal rajut tipis berwarna biru muda untuk melingkar pada leher Seokjin. Satu putaran, dua putaranbegitu lembut dan penuh kehati-hatian seakan Seokjin benda rapuh yang bisa pecah kapan saja. Tak luput jemari jenjangnya merapatkan ujung kerah jaket cokelat Seokjin, membawa serat-serat kain memeluk pemuda itu lebih erat.

"Nanti kamu tau sendiri, Love." Taehyung mencium ringan dahi Seokjin, lantas tersenyum hangat. Aroma musk dari setiap helai rambut Taehyung terbawa angin malam yang masuk melalui jendela mobil, meninggalkan desir aneh pada dada bagi siapa pun yang berada di dekatnya. "Udah hangat?"

Seokjin, dengan raut wajah setenang permukaan Mono Lake, mengangguk. Suhu udara menggantung pada angka 21 derajat Celcius, tetapi sudah mampu menggigilkan sendi pemuda yang sedang berulang tahun itu. Pertahanan dirinya akan udara dingin sangatlah buruk. Agar tak menyakiti Seokjin, Taehyung mengatur suhu mobil hingga menyentuh titik yang dapat kekasihnya terima sebelum menutup jendela dan sedikit berkaca.

"Kita cuma berdua aja?" tanya Seokjin sambil mengaitkan seat belt hingga berbunyi klik.

"Ada beberapa body guard sama manajer kita, enggak mungkin sendirian." Mata Taehyung berfokus pada ponsel, mengirimkan sebuah pesan kepada rombongan mobil hitam di belakang bahwa mereka siap memulai malam. "Udah siap?"

"Iya," jawab Seokjin singkat, mengangguk patuh seperti anak kecil.

"Oke." Taehyung menyapukan rambut yang mulai panjang ke belakang. Ingatan Seokjin masih cukup baik untuk mengingat kapan terakhir kali surai-surai itu dipotong. "Mau lagu apa?"

Seokjin tidak ingin malam yang mulai syahdu ini terganggu. "Lagi enggak mood denger lagu. Boleh kita ngobrol aja?"

Taehyung tertawa renyah, menerima dengan senang hati permintaan kekasihnya itu. Seharusnya pada detik ini mobil mereka mulai meninggalkan parkiran hotel, tetapi jari-jari tangan kanan Taehyung meraih jemari tangan kiri Seokjin yang bebas secara perlahan, menangkupnya serupa cangkang. Tanpa Taehyung duga, Seokjin dalam diam mengeratkan pertautan mereka seakan pemuda bermata tajam itu akan pergi jauh dari sisinya. Semburat samar merah muda hasil campuran udara dingin dan aktivitas hormon adrenalin terbias pada fitur lembut wajah Seokjin.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 19, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

TONIGHTWhere stories live. Discover now