I Hear Your Voice (Sebuah Prolog)

159 4 2
                                        

Februari, 2021

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Februari, 2021.

Di sudut Rumah Makan Padang, seorang lelaki muda memandang kosong mejanya yang penuh dengan hidangan khas makanan Minang itu. Ada rendang, ayam pop, gulai, dan banyak lagi, lengkap dengan rebusan daun singkong, dan sambal lado hijau yang tersaji di atas meja. Pemuda itu masih tampak belum melepas masker di wajahnya, sepertinya dia belum ingin memulai makannya sekarang. Rumah makan juga masih terlihat sepi karena pandemi covid-19 yang sudah setahun ini membuat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah saja.

"Ayang, kalau pulang nanti aku titip nasi Padang ya," terdengar suara seorang wanita muda dari voice note yang mungkin berasal dari pesan WhatsApp pemuda tadi.
"Lauknya rendang daging, nasinya disiram kuah gulai, pakai sayur daun singkong, sama minta sambalnya yang banyak ya. Nggak pakai sayur nangka ya, sama satu lagi, nggak pake lama, hehe."
"Makasih ayang, love you."

Tampaknya voice note tadi hanya sampai disitu, namun ternyata pemuda tadi terus saja memutar voice note tadi sampai lebih dari lima kali berulang-ulang.

Penjaga warung melirik ke arahnya, kemudian tak lama akhirnya bertanya, "Maaf mas, mau minum apa?"

Pemuda tadi mematikan voice note yang tampaknya dari istrinya itu, lalu menutup ponselnya dan menyimpannya di saku baju kemejanya.

"Ngmm oh iya maaf mas, saya bungkus aja deh. Nasi pakai rendang daging, dikasih kuah gulai sama daun singkong ya mas, nggak usah pakai sayur nangka, dan minta tolong sambalnya dibanyakin ya mas," ujar si pemuda menyebutkan pesanan yang sama persis seperti isi pesan voice note yang sudah ia putar berkali-berkali tadi.

Sambil membungkus pesanan pemuda tadi, kemudian memberanikan diri bertanya sekadar beramah-tamah kepada pelanggannya, "Pesanan istrinya ya mas?"

"Oh. iya, eh bukan," jawab pemuda itu terbata dan kemudian menunduk.

"Loh kirain tadi pesan dari istrinya, sampai diulang-ulang terus."

"Yang tadi itu emang pesan suara dari istri saya, tapi itu pesan lama waktu dia ngidam terakhir kali. Saya cuma lagi kangen aja."

"Loh emang sekarang istrinya lagi dimana mas?"

"Dulu saya selalu nganggap dia itu bawel, tapi dia emang bawel sih, dia lucu, cantik, ngegemesin, pintar lagi. Tapi kalau saya sampai lama balas atau read pesannya, pasti dia bakalan serang saya pakai voice note yang banyak banget, dan dulu saya pikir itu ganggu banget," pemuda tadi terus bercerita sambil tersenyum-senyum simpul.

"Duh mas, saya yang jomblo jadi laper eh baper, kayanya mas sama istri saling menyayangi banget ya, hehe."

"Sekarang saya malah bersyukur punya istri yang bawel dan selalu ngirimin saya pesan suara yang banyak, jadi kapanpun saya rindu sama dia, saya tinggal putar lagi aja voice note dari dia. Dengan begitu saya merasa dia dekat dan ngobrol secara langsung sama saya."

"Tapi kenapa nggak langsung ditelepon aja mas istrinya kalau memang lagi kangen?"

Pemuda tadi terdiam sejenak.
"Istri saya sudah meninggal, sebulan lalu, waktu melahirkan putri kami yang pertama. Dia benar-benar cantik, seperti ibunya."

Sang pemuda tersenyum dalam, si penjual nasi Padang kaget, kemudian memandang pemuda tadi, dan ikut melontarkan senyuman bangga kepadanya.

***

=== To Be Continued, ceritanya bakalan seru banget, ikutin ya ===

Original Story by Nikky Cuah, 17 November 2022.

Original Story by Nikky Cuah, 17 November 2022

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mendadak Saham [END]Stories to obsess over. Discover now