Teman Baru(bagian 1)

6 0 0
                                        

"Hai namaku Lauren aku biasa dipanggil Ren, umurku 14th, yang sekarang mendudukk kelas 2 SMP. Ayah dan Ibuku sudah bercerai, bisa dibilang aku ini anak yang kurang kasih sayang, tidak memiliki teman ataupun sahabat " Tidak punya sama sekali".Ini adalah kisah hidupku, kuharap kalian tidak bosan mendengarnya.

    Lauren bersekolah di SMPN 3 Harapan Bakti. Suatu ketika sekolah dimana tempat Lauren bersekolah kedatangan murid baru. Laki laki berambut hitam pekat, postur tubuh yang tinggi dan sangat putih.Murid itu bernama Zidan. Dia baik, ramah, dan mudah bergaul dengan murid lain.
     Zidan berusaha mendekati Lauren yang sedak duduk di bangkunya yang berada di sudut belakang ruangan kelas.Zidan sudah berkali kali mengajak Lauren bicara namun, Zidan diabaikan. Ini adalah ke 7 kali Zidan mencoba mendekati Lauren, kali ini Zidan membawakan snack untuk dia, karena kelihatanya setiap jam istirahat Lauren tidak pernah beli snack dikantin mau pun keluar kelas. Lauren hanya mengisinya dengan membaca buku.
  "Hai, lagi apa?, aku membawakan snack untukmu walau gk banyak kuharap kau menerimanya!! "
   "Makasih. Ku ingin bertenya kepadamu!! "
   "Tanya apa?". Jawab Zidan.
   " Mengapa kau begitu baik kepadaku? Sedangkan siswa siswi yang lain tidak bersikap sebaik dirimu! ".Tanya Lauren.
   "... ".Zidan terdiam dan berfikir untuk sejenak.
   " Aku hanya ingin akrab denganmu,apakah itu salah? ".Jawab zidan.
   " Tidak, namun aneh saja bagiku, baru kali ini ada murid yang mau akrab denganku".Saut Lauren.
   "Tenang saja mulai hari ini aku akan menjadi temanmu".Kata Zidan.
   " Benarkah? Aku sangat tidak percaya bisa mendapatkan teman".Saut Lauren dengan raut muka bahagia.
      Sejak saat itu mereka selalu bersama, menghabiskan waktu bersama, dan selalu pergi bersama.Walau Zidan selalu dihasut temanya untuk menjauhi Lauren,namun hati Zidan tidak akan goyah,karena dia tertarik dengan Lauren. Hingga suatu hari....

Ingin taukelanjutanya?? Tunggu aku di hari berikutnya Terima kasih.

Lika-Liku sebuah Takdir KehidupanStories to obsess over. Discover now