Pertama Kali

15 7 1
                                        

Udara yang kuhirup sekarang, sedikit lebih segar. Aku bisa merasa sedikit lebih tenang.

Dari gelapnya derita pembully-an seseorang terhadapku disekolah.

Perkenalkan, aku Maysa Rara. Teman-teman memanggil ku Maysa.

Aku adalah gadis yang selalu jadi korban pembully-an. Aku seringkali dibentak, disuruh, dan diperlakukan tidak adil oleh teman-teman.

Mereka cukup bodoh menilai diri mereka. Beberapa tahun lalu, aku sudah pindah sekolah dari tempat dimana aku dibully.

Sekarang aku sudah bersekolah dijenjang yang baru, SMA.

Senang rasanya jadi gadis SMA.

***
Hari ini aku berangkat sekolah, aku sudah berpamitan kepada orangtuaku. Mereka sangat baik, meskipun sedikit emosional. Tapi tak perlu dibahas, aku tak mau kalian ketakutan.

Dengan menaiki motorku, aku melesat pergi kesekolah.

Aku pakirkan motor ku ditempat parkir yang tersedia. Aku berjalan santai menuju gerbang sekolah yang terbuka lebar.

Aku sangat suka, sekolah ini cukup bagus. Kata orang-orang, sekolah ini adalah sekolah terfavorit, jika benar begitu maka aku akan mencobanya.

Aku berseragam putih biru dengan rok selutut, cukup seksi dimata cowok-cowok buaya yang sedang nongkrong didepan kelas sambil memperhatikan ku berjalan.

Rambutku terurai rapi, dengan bandana merah berhiasan kuping kucing membuatku terlihat sedikit kawai.

Aku sampai didepan kelas ku. Dari jendela, kulihat banyak teman-teman baru. Dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Tanpa basa-basi, aku pun segera melangkahkan kaki masuk kedalam kelas.

Mereka tak memperhatikanku sama sekali, aku bingung harus duduk dimana. Tak ada lagi bangku kosong yang tersisa.

Aku berdiri didepan kelas beberapa saat, dan memandang kesegala arah dengan lesu.

Tapi kemudian kudengar suara lembut yang terdengar seperti bantuan untukku. Siapakah itu?

***

Roda Where stories live. Discover now