Pagi itu Seungri tampak masih mengantuk, dia pun meletakkan kepalanya pada bangku mejanya. Maklum saja kemarin dia baru selesai latihan jam 2 pagi karena terlalu seru berlatih dengan Youngbae dan Daesung.
"Yah Ri, kau mau coklat?" Ucap teman satu bangkunya, Chansung yang baru saja datang. "Ani... Aku mengantuk!" "Yah, makan coklat bisa membuatmu segar!" "Anii... Aku ingin tidur!" "Ri... Tas mu baru?" Pertanyaan Chansung mampu membuat Seungri kembali memposisikan tubuhnya untuk duduk. "Ye... Hadiah dari Jiyong hyung. Wae?" "Kau hebat bisa meluluhkan hati Jiyong hyung Ri... Dia sangat hebat..." "Ne... Jiyong hyung selalu memanjakan, menjagaku, menolongku... Aah... Aku juga tidak menyangka bisa menjadi kekasihnya..." "Geurae..." "Achim yeorobun~" Tiba-tiba suara ssaem mereka menginterupsi percakapan keduanya. "Achimyeo ssaem~" Jawab para murid serentak. "Pagi ini kalian kedatangan murid baru dari China, perkenalkan dirimu nak..." "Annyeonghaseyo... Xi Luhan imnida... Kalian bisa memamggilku Luhan." Ucapnya. Ssaem pun menyuruhnya untuk duduk dan melewati Seungri yang sedang terpaku menatap pria tampan dihadapannya saat ini. Saat Luhan melewatinya semilir angin wangi menyapu wajahnya membuat Seungri terbangun dari lamunannya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Seungri pun membalikkan badan mencari keberadaan pria tadi yang ternyata tepat di belakangnya.
Jam istirahat pun tiba, Seungri berkeliling mencari keberadaan Luhan yang ternyata sedang bermain basket seorang diri di lapangan. Merasa seseorang menghampirinya Luhan pun menghentikan aktifitasnya dan menoleh kearah Seungri yang sudah duduk menyaksikan dirinya di bangku tribun.
"Sudah lama kau disini?" Tanya Luhan sambil duduk di samping Seungri. "Tidak lama, kucari di kantin tidak ada ternyata kau disini?" Seungri menyodorkan semangkuk jajangmyeon. "Aku hanya merasa canggung dengan kalian haha, anyway gomawo..." Luhan pun menyuapakan sesendok jajangmyeon ke mulutnya, Seungri tak hentinya menatap Luhan yang sedang mengunyah jajangmyeonnya. Karena merasa di perhatikan Luhan pun menoleh pada Seungri membuatnya salah tingkah. "Yah waee?" Tanya Luhan sambil tertawa. "Ahaha ani... Aku suka kau menerima makananku." Jawab Seungri gugup. "Aku menyukainya haha." "Baiklah, lanjutkan makanmu aku mau kembali kekelas." Seungri hendak meninggalkan Luhan tapi saat sudah berdiri Luhan menarik tangannya membuat mereka saling bertatap mata. "Ri... Kita kembali bersama ya?" "A-arasseo..."
Saat sepulang sekolah Seungri, Chansung dan Luhan pun berjalan bersama menuju gerbang.
"Ri... Chansung-ah kalian pulang denganku ya?" Ucap Luhan saat setelah sopir pribadi membukakan pintu mobilnya. Chansung pun terbelalak terlebih saat Luhan melemparkan tasnya kedalam mobil marcedes benz lawas warna silver itu. "Ah ani Luhan-ah, kami akan ke perpustakaan dulu..." "Waah memangnya kau akan mengantarku sampai rumah Lu?" Chansung terlihat akan mengiyakan tawaran Luhan tapi dengan cepat Seungri menginjak kakinya dan menarik lengan Chansung menjauh dari Luhan. "Luhan-ah, maaf kami pergi dulu keburu perpustakaannya tutup."
Saat di perjalanan menuju dorm Chansung berkali-kali menggerutu karena Seungri menolak tawaran Luhan tadi. Dorm 2pm dan Bigbang memang satu arah tapi dorm bigbang lebih jauh beberapa meter dari dorm 2pm.
Sesampainya di dorm bigbang, Seungri masuk dan ternyata semua hyungnya sudah berkumpul di ruang makan.
"Aku pulang~~" Ucap Seungri. "Sudah pulang? Sini makan dulu?" Ucap Jiyong lembut, Jiyong dan Seungri sudah resmi menjadi sepasang kekasih seminggu yang lalu. "Aku mandi dulu hyung..."
Setelah selesai mandi, Seungri pun duduk di samping Jiyong yang tengah menyiapkan makanan Seungri. Jiyong pun tersenyum saat Seungri nampak segar dengan rambut yang sedikit basah dan kaos polos hitam yang melekat ditubuhnya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Nih makan malammu..." "Gomawo hyung..." Seungri pun menatap Jiyong dengan pandangan yang menggoda dengan sedikit smirk dan tatapan matanya yang tajam. "Ehemm... Sepertinya aku tersedak!" Celetuk Daesung membuat Seungri dan Jiyong menjadi salah tingkah.
Setelah makan, Seungri membuatkan kopi untuk Jiyong. Dia tau jika Jiyong sangat menyukai kopi dan ini saat yang tepat karena Jiyong sedang menulis lirik di mejanya. Tapi tiba-tiba dada sebelah kiri Seungri terasa begitu sakit membuat dia secara tidak sengaja menjatuhkan gelasnya dan menimbulkan suara pecahan yang sangat keras.
Seketika Jiyong dan Youngbae yang ada di meja Jiyong pun terkejut dan langsung menghampiri Seungri yang sudah menangis mencengkeram dada sebelah kirinya.
"SEUNGRI!!" Teriak Jiyong dan langsung merangkul lengan Seungri membawanya ke sofa. "Maknae! You ok? Huh?" Youngbae pun ikut panik "Hyung...sakitt akh!!" Rengek Seungri sambil terus memegangi dada sebelah kirinya.