Ciuman Pagi Yang Manis

1.5K 118 0
                                        

If you enjoy, would you mind giving me vote, share my story and leave a comment?.

Anyway, enjoy reading 😊

*
*
*
*
*
*
Bunyi bip yang berasal dari alarm membangunkan pria berbahu lebar dan berbadan tinggi, Pol.

Pol menguap, ia bangkit sebelum meregangkan ototnya. Ia melirik jam, sudah pukul lima pagi, namun masih terlalu pagi untuk membuat sarapan.

Dia memutuskan untuk membangunkan yang lain, siapa lagi kalau bukan Arm, favoritnya. Ruangan masih dingin dan agak gelap, Pol menatap Arm yang masih tertidur lelap atau lebih tepatnya sangat pulas, di ranjang sebelahnya.

"Ai'Arm..." gumamnya pelan, ia berjalan mendekat dan duduk di tepi tempat tidur hanya untuk membelai rambut anak laki-laki itu dengan lembut. "Hei, bangunlah..." bisiknya, suaranya lebih dalam dari biasanya karena baru bangun beberapa saat yang lalu.

Yang lebih muda mengerang kesal, sentuhan Pol cukup untuk membangunkannya dari tidurnya.
Pol terkikik kecil saat Arm menggosok matanya, berkedip manis hanya untuk memandang wajah yang tertua di depannya.

"Hei, selamat pagi, sayang" Ucap Pol, dengan panggilan khususnya untuk Arm.

"Hmm..." Balas Arm, tersenyum. "Jam berapa sekarang?" Lanjutnya, bertanya.

"Lima. Ayo bangun, Sayangku." kata Pol, menarik tangan Arm tetapi berakhir dengan dia ditarik ke tempat tidur.

Pol sama sekali tidak terkejut, karena itulah yang selalu Arm lakukan setiap kali ia membangunkannya.

Sekarang, tawa lembut memenuhi ruangan. "Kau tahu bagaimana membangunkanku, Sayang" kata Arm menggoda di antara tawanya.

"Jangan merayuku, Ai'Arm! Aku tahu kau lelah karena semalaman bertugas melatih anak baru. Tapi hari ini kita akan melakukan latihan lapangan!" Pol memperingatkan Arm, sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh menimpa Arm. "Jadi-" Lanjut Pol.

"Tapi aku suka merayumu..." Belum sempat Pol menyelesaikan perkataannya, Arm langsung memotongnya. Arm tersenyum, lalu melingkarkan tangannya di leher Pol, memeluknya. Ia selalu merasa nyaman didalam pelukan Pol.

"Sayang...." Pol bergumam, mendekatkan wajahnya pada Arm. Arm menutup matanya, merasakan hangatnya nafas Pol yang menyentuh wajahnya.

"Fuuuh..."

"Hei...! Ai'Pol!" Arm membuka matanya kaget, menghela nafas panjang karena kecewa. Dia pikir Pol ingin menciumnya. Tapi ternyata, Pol malah menjahilinya dengan meniup wajahnya.

"Apa?" Jawab Pol, tertawa geli melihat wajah Arm yang cemberut. "Aku juga menginginkannya, tapi tidak sekarang! Hari ini, kita harus mengikuti latihan lapangan sampai minggu depan, kan?" Jelas Pol, berkata lembut sambil mengelus pipi kekasihnya dengan lembut.

Arm memutar bola matanya, "Kalau begitu...." Ucapnya, berhenti sejenak, mengarahkan pandangannya kearah lain, tampak memikirkan sesuatu. "Berjanjilah padaku! Minggu depan, kau akan mengajakku keluar!?" Pintanya, kemudian menatap Pol, menunggu jawabannya.

"Hm... baiklah! Aku janji" Jawab Pol langsung tanpa berpikir lama sebelum dia mengecup kening Arm.
"Selama aku ada di sini! Apapun yang kekasihku inginkan, aku akan berusaha keras untuk memenuhinya!" Arm tidak bisa menahan perasaan bahagianya saat mendengar gombalan dari kekasihnya itu, ia pun tersenyum dengan lebar.
"Sekarang, ayo bangun. Aku akan menyiapkan sarapan untuk kita." Kata Pol hendak berdiri, tapi Arm masih menahannya dengan kedua tangannya yang masih melingkar di lehernya.

"Sebelum itu... bisakah aku mendapatkan ciuman sekali lagi? Di bibirku? Ciuman pelan yang dalam... ciuman pagi yang manis?" Ucapnya lalu Arm merasakan bibir Pol yang mendarat di bibirnya.

Pol memberi Arm ciuman yang dalam, dan seperti yang dia inginkan... ciuman itu pelan, lembut dan manis di bibirnya.

Ah ceritanya Cringe

Secret Romance - Pol x Arm [Kinnporsche The Series Fanfiction]Stories to obsess over. Discover now