BLUE IRIS

885 84 14
                                        





    Musim dingin yang berkepanjangan tidak membuat rakyat dari sebuah negara bernama Agrigent menyurutkan niatnya untuk berkumpul di pelataran kerajaan. Pasalnya, setelah sekian lama menunggu, akhirnya sang Raja yang bernama Park Jimin mengabarkan sebuah berita menggembirakan, yaitu berita mengenai sang pangeran yang bernama Kim Seokjin yang tengah mengandung.

    Betapa bahagianya semua rakyat Agrigent. Setelah tiga tahun menunggu dengan penuh kesabaran, kabar ini tentunya bagai sapuan angin segar di tengah teriknya panas matahari.

    Semua anggota kerajaan pun tentunya bersuka ria. Pesta dilaksanakan dengan megahnya, kerajaan dibuka dengan bebas, siapapun bisa hadir untuk meramaikan pesta yang bisa disebut juga festival ini. Tidak lupa banyak kerajaan yang beraliansi dengan kerajaan Agrigent turut hadir.

    Senyum Park Jimin tidak pernah luntur, ia benar-benar bahagia. Hingga acara yang berlangsung selama tujuh hari itu akhirnya usai, hiruk-pikuk yang terjadi selama seminggu itu telah berakhir.

    “Pasti capek, ya?” tanya Jimin retoris. Ia langsung memposisikan diri di belakang Seokjin dan memeluknya.

    “Huum, aku juga ngerasa gampang capek setelah hamil,” jawab Seokjin. Jimin mengangguk, ia merasa sedikit kasihan melihat Seokjin seperti ini.

    Jimin duduk bersandar dan dengan perlahan membawa kepala Seokjin untuk bersandar padanya. Ia tidak bisa berkata apapun untuk menenangkannya, sebuah pelukan mungkin akan sedikit membuatnya lebih santai.

    “Kamu mau makan sesuatu, hm?” Jimin memberikan elusan perlahan pada perut kekasihnya yang masih rata.

    Seokjin memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Jimin pada perutnya. Terasa begitu menenangkan dan membuatnya merasa aman.

    “Aku cuma mau istirahat sambil dipeluk kamu,” jawab Seokjin. Jimin dengan senang hati mengabulkan keinginannya dengan membawa tubuh Seokjin menuju kamar mereka. Seokjin menyamankan tubuhnya dalam gendongan Jimin.

    “Tidur yang nyenyak, ya, Sayang. Aku mencintaimu, Kekasihku.”
   
                                🌺

    Negara Agrigent memang memiliki musim dingin terpanjang dari beberapa kerajaan yang ada di sekitarnya. Hal ini membuat Seokjin sedikit kesulitan beradaptasi dengan kehamilan yang tengah ia rasakan.

    Tubuhnya sering kali terserang demam karena flu musim dingin. Tentunya Park Jimin merasa cemas. Ia berusaha keras membagi waktunya untuk mengurus kerajaan dan memperhatikan sang suami yang tengah mengandung.

    Kabar mengenai Pangeran Seokjin menyebar di seluruh penjuru negeri, semua rakyat menjadi cemas akan keadaan ini. Bahkan kabar ini terdengar hingga ke kerajaan sebelah yang bernama Frezia. Sang Raja yang bernama Jeon Jungkook turut khawatir mendengar kabar Pangeran Seokjin yang tengah mengandung itu sakit.

    “Apakah kabar mengenai Seokjin itu benar, Taehyung?” tanya Jungkook pada pengawal pribadinya.

    “Benar, Yang Mulia. Pangeran Seokjin tengah sakit karena terkena flu musim dingin. Kehamilan Pangeran sepertinya membuat tubuh beliau rentan terkena flu,” jelas Taehyung.

    Jawaban Taehyung tidak membuat Jungkook tenang, ia malah semakin cemas mendengarnya. Ia tidak akan pernah merelakan Seokjin untuk Jimin jika seperti ini.

    Benar, Seokjin adalah mantan tunangannya. Mereka membatalkan pernikahan karena Seokjin jatuh cinta pada Jimin. Jungkook harus merelakan cintanya yang hancur demi melihat Seokjin bahagia. Sejak awal, mereka bertunangan hanya karena hubungan politik saja. Gelar Duke pada keluarga Seokjin akan memperkuat posisi Jungkook sebagai seorang raja.

BLUE IRIS (ONESHOT)Where stories live. Discover now