Alkisah
Di sebuah hutan, di bawah gunung
di sepelemparannya berjongkok
danau mungil bergemericik hijau
Di sana tumbuh angkuh sebatang cemara muda
Kami memanggilnya si Cemara Muda
Cemara Muda tak punya tetangga
Pohon, kayu, ranting, dan daun menjauhinya
Mereka bergumam tak suka, dasar Cemara Muda tak punya etika
Cemara muda sombong, pilih-pilih. Kami tak suka
Bisik mereka tanpa suara pelan
Akhirnya
Cemara Muda meninggi sendirian
Berceloteh dan menari tanpa teman
Diterbangkan angin di hari ini
Dan dipeluk embun di hari kemudian
Cemara Muda belajar
Berkarib dengan ketiadaan
Bersahabat dalam kehampaan
Bersabar bersama diam
Hingga suatu hari
Cemara Muda bertemu sang Emas yang berkilauan
Cemara Muda tak tahu namanya
Dia muncul sesaat setelah sang Ayam gagah jantan
bernyanyi membangunkan hutan
Cemara muda mengagumi kehangatannya
silau dengan anggunnya
dan mereka pun bertegur sapa
"Namaku Matahari. Kamu siapa?" Tanya sang Misterius
Cemara Muda." Jawabnya gemetar
Dan mereka pun bercengkerama hangat hingga senja
Berjanji untuk bertemu lagi esok hari
Hari demi hari Cemara Muda tersenyum manja
Sendirinya terbang bersama bunga rumput
Kepalanya membuncah karena cinta
Dadanya bergolak dipermainkan rasa
Matahari sangat memanjakannya
Entah sinar, kemilau atau hangatnya
Semua Matahari berikan kepada Cemara
Cemara Muda berjanji akan setia kepada Matahari
Begitu juga sebaliknya
dan seisi hutan hanya bisa menatap dalam cemburu
Kisah Cemara dan Matahari ini tak pelak
akan abadi dalam legenda
Menjadi cerita dari satu kakek ke cucu-cucunya
Hingga hari itu tiba
YOU ARE READING
Saat Cemara Membenci sang Rembulan
PoetryPuisi cinta kisah tentang Cemara Muda dengan Matahari & Rembulan. Cemara Muda adalah sosok yang tidak punya teman. Akhirnya dipertemukan dengan sosok yang menghangatkan yaitu Matahari. Namun kemudian bertemu sosok lain yang membuatnya jatuh ke lain...
