Di sebuah restoran berdesain bangunan klasik malam itu, aku menggelar acara ulang tahun ke-17-ku. Pada ulang tahun yang bertema Veronica's Italian dream, semua tamu mengenakan dress code berwarna putih, menyatu dengan warna background, sedangkan aku sendiri mengenakan gaun berwarna hitam dengan bunga-bunga merah seperti dekorasi pesta-nya. Tamu yang datang malam itu bukan hanya keluarga dan teman dekat, karena ingin pestaku berjalan meriah aku bahkan mengundang teman-teman di sosial media.
Acara itu dibuka dengan penampilan dari teman-temanku di club dance, yang membawakan tari 'Who Run The World'. Aku memperhatikan tamu-tamuku yang ikut menikmati acara dengan senang. Tapi seseorang mengganggu mataku, karena tidak mengenakan baju berwarna putih. Setelah aku lihat dengan seksama, sepertinya dia adik kelas yang masuk OSIS bersamaku, tapi aku tidak kenal dia sama sekali, ataupun pernah berbicara dengannya. Seharusnya anak-anak seperti dia tahu diri dan tidak datang, meskipun ulang tahunku terbuka untuk umum. Tidak mau terlihat kesal, aku mengembalikkan senyum.
"Liat deh," kataku sambil menunjuk tak ketara pada Susan, teman sekelas yang duduk disampingku. Melihat arah pandangku, Susan juga terlihat tidak suka.
"Duh, suruh orang ngusir aja, Ver. Ga bisa ya?" usul Susan.
"Mana bisa, yang ada narik perhatian dia." jawabku sambil memutar bola mata, masih tidak suka. Setelah penampilan dance selesai, aku ikut bertepuk tangan dengan penonton. Kemudian MC mengarahkan ke acara selanjutnya sambutan dari keluarga dan teman.
Papa ku maju duluan untuk memberikan sepatah kata tentang bagaimana aku tumbuh menjadi gadis yang baik dan ceria, dan bagaimana bangganya dia dengan apapun yang aku lakukan. Kemudian selanjutnya sahabatku, Erika memberikanku ucapan selamat ulang tahun.
"Aku nggak tau apa hari itu siang atau malam saat kamu lahir ke dunia. Aku juga nggak tau apa hari akan menjadi siang atau malam saat nanti kamu kembali ke Sang Pencipta. Tapi, aku jelas tau bahwa subuh tadi, tanggal berganti menjadi 4 Oktober.. Hari dimana 17 tahun lalu, kamu lahir – entah siang atau malam. Dan aku tau, mungkin kamu masih punya keinginan buat kuliah di Aussie, nikah sama bule, jadi diplomat. Percaya deh, kamu bisa kok -- salah satu kelemahanmu adalah meremehkan siapa kamu. Sampai lupa mau ngomong apa. Selamat menua, Vero, cewek yang dengan ajaib keterima OSIS, yang dari luar kelihatan spesial apalagi dalamnya, yang kalau nyetir tegang banget, yang ngakunya bukan k-poper tapi koleksi photo card-nya banyak banget. Jika nanti kita bereinkarnasi, semoga kamu dan aku bertemu dan menjadi teman. Sekali lagi." tutupnya. Setelah itu Erika berjalan ke arahku untuk mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung, dan aku berterima kasih atas sambutannya.
Kemudian acara selanjutnya adalah tiup lilin. Sebuah kue berbentuk istana katedral dibawa ke panggung. Aku dan orangtuaku maju ke panggung, untuk kemudian dinyanyikan selamat ulang tahun dari Jamrud. Setelah itu, aku meniup lilin yang kemudian disoraki teman-teman. Ternyata rasanya masih aneh untuk mendapat tepuk tangan setelah tiup lilin. Kemudian MC menyuruhku untuk memberikan potongan kue ke orang spesial. Kue pertama tentu aku berikan ke orangtuaku.
"Nah, selanjutnya harus buat cowok ya." kata MC. Pikiranku langsung teringat Jeremy, crush-ku yang paling baru. Setelah mataku mencari, aku melihatnya di salah satu meja dengan grup basketnya.
"Jeremy, bisa maju ke sini?" panggilku. Wajahku sepertinya memanas ketika semua orang mulai bersorak riuh men-cie-cie-kan. Kemudian dia berjalan ke arahku, membuatku mulai merasa angin panas-dingin.
"Karna sudah di sini, masa diambil doang. Sekalian di suapin ya." kata MC ketika Jeremy sudah sampai di depanku. Tapi sebelum aku sempat melakukan sesuatu atau berbicara sesuatu, Jeremy mengambil kue dari tanganku dan berjalan kembali ke mejanya tanpa berkata apa-apa. Aku bisa mendengar tepuk tangan yang samar dari beberapa orang. Berusaha mencairkan suasana, MC menyuruhku untuk memotong kue lagi dan memberikannya pada sahabatku.
CZYTASZ
NEVER HAVE I EVER
Tajemnica / Thriller"Never have I ever memfoto seseorang yang cakep banget, waktu orang itu lagi gak ngeliat." kata MC. Kedua orang yang berada di panggung itu sama-sama menunjukkan 'HAVE', yang berarti mereka pernah melakukan hal itu. Semua orang tertawa geli, nyatany...
