Prolog

3.5K 214 6
                                        

"SAYA HITUNG SATU SAMPAI TIGA JIKA BARISAN BELUM RAPI SAYA AKAN BERI KALIAN HUKUMAN!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"SAYA HITUNG SATU SAMPAI TIGA JIKA BARISAN BELUM RAPI SAYA AKAN BERI KALIAN HUKUMAN!"

"SATU!"

"DUA!"

Suara grasak-grusuk dan teriakan riuh terdengar di satu lapangan sekolah ini. Hari ini hari MOS nya Gramantha Senior High School atau sering orang-orang singkat GSHS. Semua peserta didik baru di wajibkan untuk mengikuti kegiatan ini, datang harus tepat waktu dan disiplin.

"HEI YANG DI GERBANG! CEPET BARIS!"

Nastasia atau biasa yang di panggil Nata tersentak di pelukkan Mami nya. Dia membulatkan mata terkejut saat semua pandangan tertuju pada nya. Karena yang di gerbang hanya ada dirinya saja.

"Mami Nata baris ya. Doain Nata ya supaya lancar!"

Mami Nata, Jenifer mengangguk sekali kemudian melambaikan tangan kepada Nata yang sudah menjauh.

"TIGA!"

Nata menghela nafas pelan. Untung saja dia tidak terlambat berbaris. Semua peserta MOS berbaris rapi sesuai intruksi yang diberikan. Suara masih sedikit gaduh terutama para gadis yang sibuk mengipas-ngipas rambut mereka karena merasa gerah akibat lari-lari tadi.

"Disini saya Cakra Malvaro Arkatama menjabat sebagai ketua osis sekaligus ketua MOS kalian. Saya harap kita bisa bekerja sama dan membuat MOS ini berjalan lancar hingga hari terakhir nanti"

"Baik Kak!"

Nata memperhatikan ketua osis atau ketua MOS itu sedikit sebal karena tadi sempat mempermalukan nya. Tiba-tiba saja bahu nya di tepuk oleh seseorang. Nata menoleh dan netra nya langsung melihat seorang laki-laki tinggi yang tidak dia kenali.

"Iya? Kenapa ya?"

"Lo cewek di gerbang tadi kan?"

Seketika mood Nata anjlok. "Oh! Lo mau ngejek gue juga! Gue lelet gitu?"

Cowok itu menggeleng berkali-kali. "Engga! Bukan gitu maksud gue. Gue cuma mau kenalan aja" kemudian dia tersenyum

Nata menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal kemudian tersenyum tipis dan mengulurkan tangan. Sedikit malu sih karena tiba-tiba marah begitu saja.

"Nastasia. Panggil aja Nata"

"Jaden. Seneng kenalan sama lo. Semoga se---"

"EKHEM! YANG DI BELAKANG JANGAN SIBUK PACARAN!" suara sangat ketus dan menyindir itu terdengar sangat besar dan cukup menggema disana

Tautan kedua tangan itu terlepas. Nata dan Jaden saling tatap sekejap kemudian sama-sama memalingkan wajah. Nata mengepalkan tangan menatap ketos yang menurut nya sangat songong itu. Sudah dua kali cowok itu mempermalukan dirinya seperti ini.

"Dasar ketos songong!" ucap nya sangat pelan

Nata menoleh saat mendengar tawa yang keluar dari mulut Jaden. "Lo kenapa? Emang songong kok orang nya!" ucapnya dengan tatapan lurus ke depan

Our Memories [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang