1

1.6K 67 4
                                        

Suara tawa di ruang belajar membuat
Brandon Castello menghentikan langkahnya. Untuk pertama kalinya dia mendengar lagi suara tawa putri kecilnya, semenjak istrinya meninggal dunia. Merasa penasaran siapa yang sedang bersama dengan Gabriella, Brandon melangkahkan kakinya menuju ruang belajar.

"Ayah!" Seru Gabriella saat melihat Brandon membuka pintu ruangan tersebut.

Tatapan Brandon jatuh pada seorang wanita berambut pirang panjang sedang duduk dengan wajah dipenuhi bercak cat. Wanita itu tampak terkejut melihat kedatangan Brandon, dan terlihat cepat-cepat berdiri.

"Halo, Gabriella." Sapa Brandon. Tatapan matanya tak lepas dari wanita yang sedang bersama putrinya.

"Ayah, bagaimana menurutmu gambaran yang sedang aku buat ini? Nona Beckett mengajariku menggunakan cat minyak." Kata Gabriella memperlihatkan sebuah gambar vas bunga berserta bunga berwarna-warni.

Brandon mengambil kertas tersebut dan melihatnya dengan seksama, dia mengangguk kecil dan tersenyum kearah putrinya.

"Gambar yang bagus Gabriella dan pemilihan warna yang baik." Kata Brandon.

"Oh, sungguh? Aku tahu ini akan menjadi sangat indah!" Seru Gabriella.

"Kerja bagus, sayangku." Timpal wanita itu.

Brandon mengertakkan giginya saat mendengar suara wanita itu. Suara yang dalam dan sedikit serak, terdengar seksi dan menggoda, suara yang hanya bisa kau dengar diatas ranjang saat seorang pria memberikan kenikmatan. Ya, Tuhan! Ada apa sebenarnya dengan dirinya.

"Maaf, aku rasa kita belum pernah di perkenalkan sebelumnya." Tanya Brandon menatap wajah wanita itu.

"Ya, tuan Castello. Namaku Amanda Beckett. Aku pengasuh sekaligus guru pribadi Gabriella yang baru."

Ah. Jadi dia adalah pengasuh dan juga guru baru Gabriella, batin Brandon.

"Dimana nyonya Foster? Guru lama Gabriella?" Tanya Brandon.

"Nyonya Foster...dia... memutuskan untuk mengundurkan diri karena merasa lelah." Senyum Amanda.

Sesaat Brandon terpana melihat senyuman wanita muda yang ada dihadapannya ini. Tapi dengan cepat dia tersadar.

"Ah, tentu saja itu adalah sebuah alasan yang dibuat untuk menyelamatkan monster kecil ini." Kata Brandon menatap putrinya.

Gabriella tampak gelisah saat ayahnya menatap kearahnya. Semua tahu kenakalan Gabriella. Semua orang di rumahnya tahu apa yang bisa dilakukan oleh gadis kecilnya untuk mengusir semua guru pribadi dan pengasuh yang sudah disewa oleh ayahnya.

"Bisakah kita bicara, tuan Castello?" Tanya Amanda.

"Tentu, nona Beckett." Kata Brandon.

"Sayang, bagaimana jika kau meminta bantuan tuan Jennings untuk menempelkan gambar yang kau buat di dinding kamarmu?" Senyum Amanda menatap Gabriella.

"Bolehkah?" Tanya Amanda dengan mata berbinar-binar.

"Tentu sayang, kita harus memajang karya indah mu itu." Kata Amanda.

"Baiklah! Oh, aku tak sabar lagi untuk melakukannya!" Seru Amanda berhamburan keluar ruang belajar.

Brandon menatap Amanda dan mengamati interaksi antara putrinya dengan wanita itu. Tidak biasanya Gabriella begitu penurut.

"Silahkan duduk, tuan Castello." Kata Amanda.

Brandon mengernyitkan dahinya. Lucu sekali, batinnya. Bukankah seharusnya dia yang mengatakan hal itu. Brandon Duduk dengan kaki bersilang di salah satu sofa, dia mengulurkan tangannya di sandaran sofa dan menatap Amanda Beckett dengan tajam.

UNTIL YOU Where stories live. Discover now