One

28 1 0
                                        

Kota Seoul merupakan kota megah dambaan setiap orang untuk tinggal ditengahnya, keindahan kota dan juga hiruk pikuk kehidupan kota Seoul nampaknya tak membuat seorang Bae Joohyun merasa muak dengan itu. Gadis cantik bersurai coklat itu memandang kearah kota Seoul yang indah disaat malam namun kegiatannya diganggu ketika seseorang mengusik kesenangannya.

"Irene!" gadis itu berdecih kemudian membalikkan badannya dengan wajah yang begitu tajam. memandangi naik turun orang yang baru saja memanggilnya dan menganggu waktunya.

"ada apa?" jawab gadis itu dingin sedingin kutub utara. Perempuan dihadapan Irene kini hanya bisa berdecak kesal dengan sikap dari sahabatnya itu. "kau tahu kan besok adalah acara ulang tahun pernikahan Joy?" Irene mengangguk pelan seraya menyesap segelas wine yang berada ditangannya. " kamu jangan lupa datang ya." Irene memutar bola matanya malas dan memilih meninggalkan Wendy sendirian pada balkon kamarnya.

"Irene! Irene!" suara panggilan Wendy mengikuti kemanapun gadis itu pergi.

"Ck.. Irene jawab aku!" Irene menghentikan langkahnya kemudian menatap sahabatnya itu dengan dingin " bukannya kamu tahu aku benci datang ke acara seperti itu?" Wendy menarik tangan Irene dan mengenggamnya.

" Oh come on, Just this time okay? Joy berharap banget kamu datang." Irene memalingkan wajahnya kemudian menghela nafasnya berat. "Baiklah." senyuman manis Wendy merekah ketika mendengar jawaban dari gadis bersurai cokelat itu kemudian memeluk sahabatnya itu dengan sangat-sangat erat. "Yes! besok aku jemput kamu dengan suamiku." lagi-lagi Irene hanya memutar kedua bola matanya malas

" What ever." Irene pun meninggalkan Wendy yang masih saja kegirangan ditempatnya dan memilih untuk melangkahkan kakinya ke gazebo di taman belakang rumahnya.

Irene, lahir dengan nama Bae Joohyun pada tahun 1991 berparas begitu cantik nan menawan. Ia merupakan pewaris tunggal dari perusahaan ayahnya yaitu Bae Company. Lahir dengan segala kesempurnaan dalam hidupnya belum memastikan bahwa ia bisa bahagia dengan itu semua. Kesepian yang melanda hidupnya menjadi bayang-bayang setiap harinya walaupun ia memiliki 4 sahabat yang selalu ada untuknya tak membuat kesepian itu pergi. Dari persahabatan mereka hanya Irene lah yang belum menemukan pasangan hidup yang pas untuknya sedangkan keluarganya hanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing sampai lupa bahwa mereka memiliki Irene didalam keluarga. Bukannya Irene selalu ingin sendiri tapi tidak ada laki-laki yang menurutnya cocok bersanding dengannya saat ini karena menurutnya laki-laki yang mendekatinya hanya ingin harta dan tahta yang dimiliki Irene.

Gadis itu menghela nafasnya berat kemudian menyesap kembali cairan pekat dalam gelas yang ia genggam sedari tadi dan menatap rembulan yang menunjukkan seluruh badannya malam ini.

"apa hidupku akan selalu hampa seperti ini?"

~~~~

Irene menatap dirinya dengan puas karena penampilannya hari ini sangat cantik bahkan dirinya sendiri terpesona dengan kecantikan sendiri.

"Kau sangat cantik, Bae Irene." Puji dirinya sendiri. Irene dibaluti dengan dress hitam menampilkan bahunya yang mulus ditambah dengan aksen aksesoris kalung pada leher jenjangnya membuatnya tampak begitu cantik. Ponselnya berdering menandakan Wendy sudah sampai didepan rumahnya. Irene bergegas mengambil sling bag nya dan menitipkan rumah pada housekeeper kepercayaannya.

"Astaga siapa yang cantik ini." Puji Wendy ketika Irene yang baru saja masuk ke dalam mobil. Irene hanya berdecak kemudian memperbaiki posisi duduknya agar gaun yang ia gunakan tidak rusak. Irene lebih memilih untuk diam selama perjalanan mereka membiarkan dua sejoli itu berbicara apapun yang mereka inginkan tanpa diganggu oleh keberadaan Irene disana. Jalanan kota Seoul yang tampak ramai dikarenakan jam pulang kantor. Gadis itu tersenyum pilu ketika melihat sepasang kekasih yang sedang bercanda gurau pada pinggir jalan dengan begitu bahagianya.

O V E R D O S ECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang