"Yuna ya, tolong dong samperin pelanggan kita yang baru datang, mereka ada di ruang VIP. Aku ada urusan mendadak nih, ah sial padahal aku sangat ingin bertemu dengan mereka" kata salah satu teman Yuna, Ahn Bora
Dia terlihat merintih sambil memegang perutnya
"Memangnya siapa pelanggan kita hari ini sampai kamu sangat ingin menemuinya?"
"Hah!! Kamu tidak tau? Bangtan Sonyeondan!!" Pekik Bora sok histeris
"Aaa,,arayo, mereka idol terkenal"
"Ya, kenapa kamu menganggap mereka biasa saja?"
"Memangnya kenapa?" Tanya Yuna
"Sudah ah, cepet sana. Dan aku boleh minta tolong?" Kata Bora sedikit ber aegyo dan membuat Yuna geli melihat nya.
"Mwo? Seolma?". Yuna sudah duga apa yang di inginkan temannya itu.
"Hehe, iya. Tanda tangan mereka lah"
"Ahh,, shireo!!!"
"Please! Yuna ya, Min yuna yang lebih cantik dari Lim Yuna SNSD"
"Nanti mereka kembali lagi kesini"
"Tapi itu kan tidak mesti, mereka sibuk. Ini aja sebuah keajaiban mereka makan disini" ucap Bora yang bibir nya ikut manyun manyun kayak bebek rebus
Restoran tempat Yuna bekerja adalah restoran yang cukup terkenal dan banyak artis artis yang makan disini, seperti saat ini mereka kedatangan idol yang sedang naik daun di kancah internasional
Yuna menghampiri mereka Bangtan Sonyeondan dan membawa buku menu, tentu saja Yuna tidak akan meminta tanda tangan mereka. Yuna tau batas privasi, lagi enak enak makan masa iya mau di mintai tanda tangan, Yuna tidak segila itu.
"Aku mau makan apa ya hari ini?"
"Ya jeykey, jangan seperti bayi yang masih pilih pilih makanan"
"Kayak kamu tidak aja Jimin-ssi"
"Mwo? Morago? Jimin-ssi? Kau mulai" Jimin hendak menjitak kepala Jungkook yang duduk di depannya
"Sudah, sudah yedera. Jangan ribut disini, kalian tidak malu sama pelayan di resto ini?" Akhirnya leader mereka melerai sebelum perdebatan mereka berlanjut ke level selanjutnya, bisa bisa mereka gagal untuk makan siang yang sudah sedikit terlambat.
"Hehe,,mianhae Namjoon hyung, maknae satu ini yang mulai duluan"
"Padahal kamu duluan Jimin-ssi" dumel Jungkook.
"Jeosonghamnida" ucap Jimin dan Jungkook bersamaan kepada Yuna, mereka sedikit menundukkan kepala kepada Yuna yang dari tadi mematung melihat pertengkaran di siang terik ini didepan mata dia langsung.
"Tidak pernah berubah" kata hati Yuna
"O' , kamu seperti?" Yuna gelagapan.
Yuna semakin menundukkan kepala dan topi yang dia pakai semakin dibenamkan dalam dalam, sebelum seorang Park Jimin melanjutkan perkataannya.
"Ya, Jimin-ahh, pallihae. Pilih makanan mu, jangan coba-coba menggoda pelayan yang ada disini" tegur Seokjin si hyung tertua
Dalam hati Jimin " Aku tidak salah lihat, mungkin?"
Jimin tampak memiringkan kepalanya dan sedikit melirik Yuna untuk memastikan dugaannya benar, sedangkan Yuna masih tetap menunduk sambil mencatat semua pesanan member
"Hey, Jimin kamu pesen apa,, bengong aja dari tadi"
"Sama in aja sama kamu Hoba hyung"
Yuna yang mendengar itu pun bergegas kembali ke dapur resto untuk memberi tau pesanan para member BTS
"Sial! Aku kira dia gak akan menyadarinya"
"Ada apa Yuna? Eh gimana tanda tangannya?" Tanya Ahn Bora yang tidak lupa dengan titipan nya.
"Gak ada, aku pulang dulu ya. Aku sepertinya gak enak badan nih" Yuna pun bergegas pulang dan mengacuhkan Bora yang terus memanggil nya.
Diruangan lain, Jimin duduk dengan menggertakkan kakinya dan selalu menoleh kearah pintu keluar
"Ya Jimin-ahh, apakah kamu sangat lapar? Kamu tidak tenang sekali..hahaha" ketawa khas seokjin terdengar cukup ranying
"Mmm, hyung. Aku ke toilet sebentar ya" Jimin pun berdiri dan bergegas keluar.
" Wahh,,anak itu. Jangan lupa maskernya Jim"
Kali ini Namjoon hyung yang berteriak karena Jimin sudah hilang dari pandangan. Percuma saja mereka berada di ruangan VIP jika suara mereka cukup terdengar diluar dan tentunya jika ada ARMY yang telinganya cukup peka terhadap suara mereka jangan jamin mereka akan makan dengan tenang.
YOU ARE READING
Serendipity
FanfictionMin Yuna adalah seorang gadis yang memilih menghilang dari kehidupannya sebagai sahabat Park Jimin-idola yang kini mendunia. Sepuluh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah restoran mewah tempat Yuna bekerja. Namun, pertemuan in...
