01

15 0 0
                                        

04 November 2005

Di suatu rumah sakit daerah Bandung tepatnya di ruang persalinan seorang wanita tengah bertarung nyawa berusaha untuk menyelamatkan buah hati nya.

"Ayo Bu terus sedikit lagi"

Ucap dokter yang tengah berusaha membantu persalinan secara normal di temani dengan suster di sebelahnya.

"Aaaaaaaarghh"

Mira berusaha sekuat tega dengan keringat bercucuran dan tubuh sudah mulai melemas, dengan satu tarikan nafas. Dan akhirnya dia berhasil menyelamatkan buah hati nya.

"Oaaaa oaaa oaaa"

Suara bayi menangis memenuhi ruangan persalinan.

Namun, tubuh Mira mati rasa kepalanya pusing pandangan ia mulai kabur, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, nafas dia mulai tersengal-sengal.

Salah satu perawat menyadari dia sontak berteriak.

"Dokter dokter penyakit pasien kambuh lagi"

Dokter panik langsung menghampiri dan mengecek detak jantungnya.

"Suster tolong siapkan alat, detak jantung pasien sudah lemah"

Semuanya panik berusaha untuk menyelamatkan Mira, alat EKG sudah menunjukkan detak jantung Mira sangat lemah.

Alat pacu jantung terus menerus di tekankan pada tubuh Mira, namun detak jantung Mira semakin melemah.

Tutt... Tut.. tutttttt........

Alat EKG berbunyi dan sinyal detak jantung Mira telah hilang, dokter panik dia memegang tangan kiri Mira dan ternyata Tuhan berkehendak lain Mira telah meninggal.

"Innalilahi wainnailaihi rojiun"

Ucap dokter dan suster secara bersamaan.

"Suster tolong catat tanggal dan jam kematian nya, lalu beri tahu keluarga pasien yang sedang menunggu di luar"

"Baik dok"

Di depan ruangan persalinan seorang pria tengah duduk di kursi tunggu sembari terus melihat ke arah pintu ruangan.

Beberapa menit kemudian seorang perawat keluar dari ruangan, sontak Bram langsung menghampiri perawat itu.

"Gimana sus keadaan istri dan anak saya?"

"Selamat pak anak bapak perempuan sehat, tetapi..."

Ucapan suster terjeda dengan posisi raut wajah menunduk, Bram pun bertanya kembali kepada suster itu.

"Tapi apa sus? istri saya sehat juga kan?"

"Penyakit jantung istri bapak kambuh serta pendarahan yang saat banyak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkehendak lain.istri bapak telah meninggal"

Saat mendengar ucapan itu tak ada senyuman bahagia pada wajah Bram, senyuman yang tadinya ingin di pancarkan berubah menjadi muka yang sedih dan tak percaya.

Tak butuh waktu lama Bram membuka pintu ruangan dan sudah terlihat istri yang sangat ia cintai berbaring tak bernyawa, Bram berlari menghampiri brankar.

"Dok ada apa dengan istri saya dok, kenapa bisa seperti ini!"

Dengan nada yang tinggi Bram memarahi dokter yang sedang berdiri di sebelahnya.

"Istri bapak mengidap penyakit jantung yang sudah lama dan sudah kronis, serta megalami Postpartum atau pendarahan yang berlebihan saat persalinan"

Bram hancur melihat wanita yang sangat ia cintai sudah tak bernyawa, berkali-kali ia mencium pipi Mira dengan tubuh yang bergetar.

"Sayang kenapa kamu tinggalkan aku? Siapa yang akan menjaga anak kita nanti, aku butuh kamu sayang"

Bram mencium tangan Mira yang sudah membiru dan pucat, dunia ia hancur sangat hancur di satu sisi dia bahagia karna buah hati nya telah lahir namun Tuhan ambil wanita yang sangat dia cintai seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya.

Suster datang menghampiri Bram sembari membawa bayi yang tengah di gendong nya.

"Pak ini bayi bapak cantik seperti ibunya"

ucap perawat wanita itu sembari tersenyum kepada Bram.

Bram membalikan badan dan melihat buah hatinya, lalu dengan tangan yang bergetar dia menggendong bayi nya.

"Hai sayang ini ayah"

Dengan suara bergetar dan air mata yang terus berjatuhan Bram mencium wajah bayi yang saat itu sedang tersenyum ke arahnya, seperti berusaha menyalurkan kekuatan.

"Nak, tuhan terlalu sayang sama ibumu hingga dia sudah tidak akan merasakan sakit lagi, kamu harus jadi anak yang kuat yah, ayah akan selalu ada buat kamu"

Rasanya dia ingin berteriak kepada Tuhan untuk mengembalikan wanita yang sangat berharga dalam hidupnya, bagaimana dia akan menjalani hidup dan mengurus buah hatinya Sendirian.

"Ayah akan memberikanmu nama Annaya yang artinya Pelindung, kamu adalah perisai baru untuk hidup ayah, kekuatan baru buat ayah"

Bram mencium kening bayinya kemudiam mencium kening istrinya.

"Selamat tinggal sayang".





Vote and coment, Thankyou.

ANNAYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang