Bab 1

29 3 3
                                        

Di pagi yang cerah, ada seorang gadis kecil yang telah bangun dari tidurnya.

Gadis itu sangat cantik, imut, lucu dan baik hati.

Dia bernama Adeline Putri Wijaya yang kerap dipanggil Adel. Dia adalah anak dari keluarga Wijaya. Yang mana keluarga sangat berkecukupan.

Dia tidak mempunyai kakak maupun adik atau bisa disebut anak semata wayang.

Kini dia berusia 12 tahun. Dan pada tahun ini, dia akan menginjak ke umur 13 tahun.

Dia sangat disayang oleh keluarga besarnya karena dia adalah anak sekaligus cucu satu-satunya.

Setiap hari, dia selalu berdiam diri di kamarnya karena dia tidak mempunyai teman bermain dan biasanya dia sering bermain dengan asisten rumah tangganya yang sering disebut "mbak" olehnya.

Selama ini, Adel tidak bersekolah di sekolahan umum seperti anak-anak lainnya dan kedua orang tuanya lebih memilih home schooling yaitu bersekolah di rumah.

Karena ketika duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar, dia mempunyai trauma yaitu dirundung oleh teman-temannya.

_____

Tak terasa waktu berjalan begitu sangat cepat, setelah menjalani kehidupannya dengan bersekolah di rumah, akhirnya Adel akan duduk di bangku kelas tujuh SMP.

Karena dia sudah mempunyai pola pikir yang cukup dewasa dan dia sudah sangat jenuh sekali bersekolah di rumah, dia mulai memberanikan diri untuk mencoba bersekolah di sekolah normal.

Selain itu, dia ingin merasakan bagaimana rasanya mempunyai teman yang nyata.

"Bunda, Ayah, aku pengen sekolah seperti anak-anak yang lainnya, aku bosan banget sekolah di rumah terus" ucap Adel yang sedang membujuk kepada kedua orang tuanya.

"Tapi Adel, Bunda sangat khawatir dan takut jika kejadian tempo dulu terulang lagi" jawab Bunda sambil mengelus rambut Adel.

"Betul Adel, Ayah juga sangat khawatir dengan perkara itu, apalagi Adel belum terbiasa menghadapi orang-orang baru" balas ayahnya.

Seketika muka Adel pun menekuk. Seolah-olah dia menunjukan rasa kekecewaannya kepada pernyataan orang tuanya tadi.

Di sisi lain, orang tuanya selalu memperhatikan keseharian Adel yang selalu terlihat sedih dan sangat murung.

Karena orang tuanya tidak mau kalau Adel terus menerus meratapi kesedihannya dan takut anaknya menjadi orang pemalu juga penyendiri, mereka mengizinkan anaknya untuk bersekolah di sekolah umum.
_____

Pada suatu hari, bunda menghampiri kamar Adel.

"Ya sudah nak, kamu boleh sekolah di sekolahan umum, tapi kalau ada apa-apa harus bilang ya ke Ayah atau Bunda jangan seperti dulu dipendam terus". Ucap bunda dengan senyum.

"Baik Bunda, Aku pasti bilang kok ke Bunda ataupun Ayah" Jawab Adel dengan wajah yang penuh kesenangan.

"Janji yaa". Saut bunda.

"Iyaa janji bunda bawelku". Adel menjawab dengan semangat.

Ketika sang bunda keluar dari kamarnya, Adel pun langsung jingkrak-jingkrak tak karuan dan langung loncat ke ranjang nya sambil berguling-guling karena dia sangat senang mendengar berita itu.

.
.
Bantu vote ya temen-temennnnn❤️❤️

Ter-BangunWhere stories live. Discover now