Daniel adalah seorang lelaki yang selalu mendapatkan perlakuan kasar dari kedua orangtuanya,Daniel merupakan satu satunya pemegang warisan di keluarganya
***
Suatu hari Daniel hendak pergi ke sekolahnya yaitu SMP Mandau 13,saat ia hendak masuk kedalam kelasnya ia sempat di bullying oleh teman teman nya
" Yah masa gitu aja daniel jatuh sih,makanya kalau mau kesekolah bawa ibu sama ayah dong kaya kita masa kamu selalu sendiri " ujar fikri teman sekelasnya.
daniel hanya mematung mendengar kata kata dari teman nya tersebut,lalu tiba tiba alvano dan Reyyen datang
" Jangan ganggu daniel,Daniel ngga salah kenapa kalian jahat ke dia?dia ngga punya salah ke kalian jangan ganggu dia lagi " tegas vano,saat itu vano sedang memberikan perintah kepada teman teman daniel untuk berhenti mengusiknya sementara reyyen mengancam teman teman daniel yang sudah berhasil membully daniel, " pergi atau reyyen aduin ke guru kalau kalian ngebully daniel " ancam reyyen,mendengar ancaman dari reyyen teman teman daniel langsung pergi begitu saja
***
" Udah jangan bandel atau gue lempar Lo kedalam jurang " ujar vano,vano yang sedang mengobati daniel itu ia kesal dengan daniel karena tingkah sahabatnya itu sangat membuat orang lain emosi dengan nya bahkan ia hampir saja membuang daniel dari muka bumi.
" Eh van Lo kalo udah gede mau jadi apaan? " tanya daniel
" gue mau jadi Ultraman " sahut vano
" Serius Lo?ngga jadi papa Zola aja biar kece van " ujar daniel
" Berisik lo " timpal vano,vano masih fokus dengan iPhone nya,lalu entah kenapa ia tiba tiba melempar hp nya itu jatuh ke lantai hingga hancur,reyyen dan daniel panik karena ada suara bantingan keras,mereka berdua menoleh ke arah vano
" Kasihan bener hp nya padahal bisa buat gue " ujar reyyen sambil menepuk pundak daniel,daniel mengangguk setuju dengan perkataan reyyen
" Lo kenapa Van?kesel banget kayanya " tanya daniel
" Ortu gue mau balik lagi kerja keluar negeri,mereka ga ngerti apa?gue masih kelas 7 smp udah main tinggal tinggal aja " sahut vano yang saat itu sedang kesal,reyyen dan daniel terdiam,karena hanya satu cara itu yang bisa membuat emosi vano tidak meledak ledak.
" Yaudah kalo gitu Lo tinggal di rumah Niel aja ya? Ayah sama ibu niel pasti izinin kok " sahut daniel kepada vano
Vano hanya bisa mengangguk pelan,karena ia sedang kesal dan tidak ingin banyak berbicara,sementara itu daniel langsung lari menuju orang tuanya
" Ibu ayah... " Ujar daniel kepada orangtuanya,kedua orang tua daniel melihat daniel yang sudah ada di belakang mereka, Dirga tersenyum melihat daniel,entah setan apa yang masuk kedalam tubuh Dirga biasanya dia tidak pernah senyum kepada anaknya.
" Ayah sama ibu pamit ya nak? Ibu sama ayah mau pergi ke Jakarta ngga tau kapan baliknya " ujar Dirga kepada anaknya. daniel yang mendengar itu ia sangat sedih ia tau bahwa selama ini ia sering mendapatkan kekerasan dari keluarganya namun ia hanya bisa bertahan karena keluarganya adalah harta paling berharga baginya.
" ayah kok gitu?nanti niel sama siapa?masa iya niel tinggal sendirian " sahut daniel
" Niel kamu sama Bi Ani dulu ya?nanti ayah pasti bakal pulang setelah kelulusan saat kamu SMA " timpal dirga. Niel hanya bisa mengangguk pelan,ia tidak pernah merasakan yang namanya perpisahan dengan kedua orangtuanya yang jelas bagi Daniel itu merupakan hal yang paling sedih dalam hidupnya,lebih baik ia mendapatkan pukulan lagi daripada harus berpisah dengan orangtuanya.
Daniel turun ke ruang tamu dengan wajah yang biasa biasa saja padahal ia sedang sedih ia mencoba menutupi semuanya dari teman teman nya.
Lima menit kemudian Dirga dan juga Felicia turun dan pergi dari rumah mereka.vano beserta reyyen bingung mau kemana orangtua daniel? Vano yang sangat kepo itu ia segera bertanya kepada daniel. " Orang tua Lo mau kemana? " Tanya vano
" Ortu gue mau kerja van sama kaya ortu lo " sahut daniel,vano yang mendengar itu ia pun mengerti apa maksud daniel,vano menepuk pundak Daniel untuk menengkan hati daniel
***
Lima tahun sudah kedua orangtua daniel tidak kembali kerumahnya,Daniel ingin marah kesal sedih semua nya campur aduk,ia bingung harus pakai cara apa ia memberitahukan bahwa ia merindukan orangtuanya.tiba tiba hp daniel berbunyi
" Ting! "
Daniel mengambil hp nya lalu ia melihat pesan vano di layar hp nya,ia tersenyum melihat pesan yang ia baca
Manusia kulkas : " Lo kalo sakit minum obat nanti jam 19.00 wib gue kesana,gue tau dari reyyen kalo Lo sakit awas aja gue kesana Lo ngga sembuh gue lempar Lo ke jurang "
" Galak bener nih manusia,lain kali gue gamau curhat ke reyyen lagi nanti dia ember ga bisa di percaya " ujar daniel
Saat malam tiba tepat pukul 19.00 wib vano menepati janjinya,ia membawa banyak makanan ia berlari,tanpa fikir panjang lagi ia langsung masuk begitu saja kedalam rumah daniel ia berteriak sekencang kencangnya
" BABU GUEEEE LO KEMANAAA!!! " teriak vano
Daniel yang sedang asik duduk di kamarnya sambil memainkan video gamenya ia menutup telinganya,ia buru buru keluar dari kamar,yah ia sangat terkejut dengan vano,ia ingin marah tapi sahabatnya itu baik datang ke dalam rumahnya untuk menjenguknya.
" Paan kangen Lo sama gue yang ganteng ini? " Pd daniel
" Lo jelek kaya tai kuda " sahut vano
Daniel memalingkan pandangannya ia tau bahwa semua perkataan vano sangat tidak berperasaan. Daniel meninggalkan vano begitu saja.
" Wah bener bener masa iya gue di tinggal,gue lempar pake sepatu gue juga Lo nanti eh ga deh nanti lecet kan sayang " ujar vano
Vano mengikuti Daniel yang masuk kedalam kamarnya,vano membuang jajanan yang ia bawa untuk daniel,ia langsung jatuh hati kepada kasur milik Daniel. Daniel yang melihat itu ia langsung menggelengkan kepalanya pelan.
" Van gue mau curhat,jujur gue kangen banget sama ortu gue " ujar daniel
" Gue juga Niel " jawab vano
keheningan pun terjadi..
YOU ARE READING
DANIEL
Teen FictionSedikit kisah seorang pemuda yang sangat sederhana,ini dia pemuda yang bernama Daniel Almahendra,ia merupakan anak satu satunya yang ada di keluarganya,ia mempunyai ayah dan ibu yang lengkap namun, kebahagiaan nya hanya saat waktu kecil saja,tak lam...
