1

845 232 39
                                        

"Bagaimana saksi, Sah?"

Kairan menoleh pada sang paman yang menjadi saksi untuk acara pernikahannya saat ini. Dia berharap pria itu akan menggagalkan acara dan membawanya pergi dari sana.

Dan harapannya itu ternyata sia-sia. Setelah kata sah meluncur dari saksi lain, pria itu ternyata ikut mengesahkannya juga.

"Alhamdulillah." Pak penghulu memimpin doa, saat dirinya kini sudah resmi menjadi seorang suami, untuk gadis belia yang baru saja kehilangan kedua orangtuanya.

Saat Pak penghulu menyuruh gadis yang baru ia nikahi untuk mencium punggung tangannya, Kairan menoleh.

Gadis itu mengerjap gugup, meraih tangan Kairan saat pria itu mengulurkannya.

Mereka belum saling kenal beberapa minggu yang lalu, hingga kejadian naas yang merenggut nyawa kedua orangtua gadis itu, mengharuskan Kairan menikahinya sebagai penebus kelalaian sang papa.

Ini tidak benar, Kairan masih tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi. Dia berharap Tuhan akan merevisi takdirnya saat ini.

🍃🍃🍃

Beberapa hari sebelum pernikahan....

Satu per satu mobil dengan brand ternama berhenti di depan lobi sebuah gedung tinggi. Doorman membukakan pintu, membantu penumpang untuk turun dari mobil.

Di sepanjang koridor utama, sudah dipenuhi oleh papan bunga berisi ucapan selamat atas pembukaan perdananya. Banner sambutan selamat datang pun menggantung di atas pintu utama ballroom, tempat digelarnya acara pembukaan gedung tersebut.

Hampir semua kursi sudah terisi penuh oleh tamu undangan. Seorang pria berdiri di tengah podium, dengan background sebuah layar besar yang menampilkan foto gedung hotel dari bagian depan. Sebagai MC, pria bersetelan hitam itu memandu jalannya acara.

"Kepada Founder new shappire Hotel, Bapak Kairan Rahaditya, waktu dan tempat kami persilakan."

Berdiri di balik mimbar yang berada di bagian kiri podium, Kairan memperkenalkan diri dan juga posisinya pada perusahaan. Pembawaan yang tenang membuat semua pasang mata enggan berpaling dan fokus padanya.

Di hadapan direksi, investor, karyawan dan tamu undangan, ia mengucapkan banyak terima kasih serta menunjukkan slide demi slide visi misi dan target marketing  perusahaan.

"... atas semua yang terlibat dalam pembangunan perusahaan ini, saya ucapkan terima kasih."

Kairan menutup kalimatnya dengan menekan sebuah tombol. Dengung alarm seiring dengan confetti popper yang menyemburkan kertas warna-warni di atas panggung menjadi tanda peresmian gedung tersebut. Para tamu undangan berdiri dan memberi tepuk tangan.

Turun dari podium, para kolega sudah menyambutnya. Berebut ingin mengucap selamat dan doa atas pencapaian barunya. Selesai menyalami mereka, Kairan beralih pada keluarganya.

"Selamat ya, Sayang." Sang ibu memeluk Kairan dengan bangga.

"Kamu keren, papi bangga." Ardi, sang ayah yang selalu mendukung pria itu juga memberi pelukan hangat untuk putranya.

Selain mereka berdua, sang kakak yang sudah lebih dulu terjun di dunia bisnis juga ikut memberikan selamat pada dirinya, mereka ikut berbahagia atas semua pencapaiannya.

"Kamu mau ikut pulang sama kita nggak?" Arka memberi penawaran pada adiknya, saat acara itu sudah selesai.

Kairan menolak, dia ingin menghadiri undangan teman-temannya untuk merayakan kelancaran malam ini. Sebagian dari mereka memang ikut andil menanam saham di sana.

Kumandang Cinta(Tamat Di KBMAPP)Stories to obsess over. Discover now