Murid Baru Jatuh Cinta

34 1 0
                                        

seorang gadis sebut namanya Rafa baru saja berpindah sekolah di SD tepatnya kelas 5 dengan disambut hangat oleh gurunya yang bernama Ipul yang merupakan guru kelas kala itu, Gurunya dengan gaya yang selalu khas dan mampu membuat kaum hawa di kalangan muridnya berebut untuk mendapatkan perhatian lebih ketika sedang mengajar, tak terkecuali Rafa yang merupakan murid baru ketika itu tak mengira telah menumbuhkan rasa tertarik di hatinya. dengan penuh percaya diri Rafa pun mulai menulis surat untuk Gurunya itu.

Tepat sebulan setelah mengenal lebih dekat, Rafa menyerahkan surat tersebut. Rafa berdebar hati dengan harapan Gurunya menerima surat itu dengan senang, harapanpun musnah tatkala dalam waktu beberapa menit surat itu tersebar di ruang guru dan sungguh memalukan bagi Rafa kala itu. memang tak seharusnya Rafa mengutarakan perasaanya kepada Gurunya, namun Rafa hanya ingin mendapat perhatian lebih sehingga tak memikirkan akibat yang terjadi setelah mengirimkan surat itu. tampak wajahnya menyimpan sedih dan malu bahkan terlihat buliran airmata bening mulai mengintip dipinggir sudut matanya yang mulai memerah.

Sesaat sebelum berlari menuju kelas Rafa sempat menyendiri di sudut sekolah untuk meluapkan perasaan sedihnya denagn menangis tersedu namun lirih karena takut akan terdengar oleh teman dan gurunya yang lain. sungguh kasihan Rafa yang merupakan murid baru sudah mendapatkan masalah sebesar itu, tetapi beruntung Rafa memiliki kepercayaan diri sehingga setelah merasa lega Rafa pun masuk ke kelas dengan tampak matanya sedikit sembab. teman-teman Rafapun mulai memperhatikannya dan berbisik satu sama lain membicarakan apa yang sedang terjadi pada Rafa.

Bagaimanapun juga Rafa merasa tidak enak hati didepan teman-temannya dan merasa temannya mulai tidak menyukai perbuatan Rafa yang sudah lancang menulis surat untuk Gurunya itu, tepat sekali duduk didepan Gurunya yang sedang menjelaskan materi, Rafa sedikit kikuk apalagi bisikan teman-temannya juga sudah mulai menggangu konsentrasinya. Perasaan gado-gado dihatinya diredamnya agar bisa mengikuti materi yang sedang dijelaskan oleh Gurunya. Meskipun dengan tatapan sedikit marah benci dendam dan malu karena sudah dibuatnya bersedih hari ini yaitu membeberkan suratnya didepan guru lain, Rafa tidak memungkiri harus tetap kuat dan bersabar karena teringat tujuan pindah sekolah, harapan besar dari orangtuanya supaya kelak memilki masa depan lebih baik.

Haripun berlalu Rafa mulai melupakan rasa sakitnya terhadap Gurunya itu, dan bertekad untuk membalas sakit hatinya kepada Gurunya, "tunggu saja pembalasanku pa Guru" Gumam hati Rafa dengan semangat menyala terus belajar, mungkin dengan prestasi yang diharapkan orangtuanya berhasil maka Gurunya tidak akan menghinanya lagi. Tidak mengapa perasaanku ditolak terang-terangan didepan orang lain, yang terpenting tetap sekolah meraih cita-cita agar orangtua Bahagia dan bangga. "Kecewaku kali ini harus bebbuah manis", akan kutunjukkan kepada teman-teman juga Guruku yang telah menolakku. Mulai hari ini akan kutorehkan prestasi demi rasa sakit hati agar tak lagi singgah lara hati.

Penilaian semester berlangsung dalam minggu ini, dengan gigih dan pecaya diri, Rafa benar-benar merubah kekecewaanya dengan belajar dan berharap dalam penilaian mendatang akan mendulang prestasi, walaupun terasa berat karena sudah ada bintang kelas sebelum Rafa pindah, bintang kelas dimiliki oleh temannya sekelas yang Bernama Hakim, sudah manis ganteng cerdas pula, namun Rafa tak menyerah tetap saja belajar agar rasa malunya tempo hari oleh gurunya terbalaskan. Berbagai cara dilakukan Rafa untuk menguasai materi sebagai persiapan dalam penilaian semester.

Hari pertama penilaian semester dilalui Rafa dengan senang hati karena soal yang dikerjakannya tak menyimpang jauh dari belajarnya sehingga mmapu menjawab semua soal yang disajikan, "alhamdulillah apa yang aku pelajari hampir semuanya keluar dan aku yakin prestasi sudah menanti yes" dengan penuh semanagt Rafa tampak mengerjakan soal dengan riang dan serius. Seminggu sudah berlalu penilaian berlangsung dan tiba waktunya pembagian hasil koreksi dari Gurunya, dengan perasaan dag dig dug bercampur cemas Rafa mulai mendengarkan apa yang disampaikan oleh Gurunya Pa Ipul, dengan lantang Gurunya menyebutkan siapa nama bintang jawara tes di kelasnya kali ini, dengan lemas dan lunglai Rafa kecewa karena rupanya bukan dia bintang kelasnya, Hakimlah peringkat satu.

Setelah beberapa menit deretan nama peringkat kedua disebut dan Rafa terkejut hampir melompat karena dibacakan oleh Gurunya, Namanya yang disebutkan membuatnya merasa senang dan terharu. Rafa juga matanya mulai berkaca teringat orangtuanya yang sudah menaruh harapan besar padanya, meskipun bukan yang pertama tetapi urutan kedua juga tidak begitu mengecewakan, teman-temannya mulai senang dan bangga karena selama ini meskipun sempat melakukan kesalahan di awal, rupanya prestasi telah diraih Rafa sehingga perlahan rasa tidak suka dari teman bahkan Gurunya berangsur berubah menjadi kebanggaan, dan Gurunya pun memberinya selamat juga hadiah karena sudah meraih peringkat kedua walaupun sempat diabaikan olehnya.

Murid Baru Jatuh CintaWhere stories live. Discover now