Tidak terasa waktu mengalir bagai gelombang badai yang tak akan pernah bisa di kendalikan. Semua peristiwa dari dalam dan dari luar tubuh kita secara sadar atau tidak sadar adalah hal yang membentuk diri kita saat ini.
Sebenarnya tidak ada kecenderungan baik atau buruk di dalam aksi yang kita lakukan hanya saja emosi, perasaan, dan pola pikir yang membuat momen tersebut memiliki arti, karena mungkin hal buruk yang kita rasakan, bisa saja sesuatu yang baik untuk orang lain.
Ditinggalkan orang yang benar-benar kita cintai adalah sesuatu yang sungguh sulit untuk dilalui, setiap malam pikiran kita hanya terlalu fokus memikirkan kehadirannya yang bahkan faktor tersebut hanya terjadi di pikiran kita bukan secara nyata. "Andaikan", "andaikan", kata yang sering terlontar ketika kita merasakan sebuah penyesalan dan ingin mencoba memutar waktu kebeberapa momen yang menjadi masalah atau yang membuat kita merasa kecewa, namun mengulang waktu tentunya tidak akan pernah kita wujudkan hanya kelapangan untuk menerima perasaan tersebut yang kita butuhkan.
Terkadang kita merasa menyesal, gagal, dan terkesan kurang berusaha namun hal tersebut terjadi karena sudut pandang orang lain bukan dari kita sendiri. Secara nyata di sudut pandang diri sendiri, kita sudah berusaha semampu kita, mencoba yang terbaik yang bisa kita lakukan, namun terlalu sulit untuk mencukupi sebuah ekspetasi dari orang lain.
Siapa yang salah? Kita atau mereka? Tidak keduanya. Hanya sekedar perbedaan sudut pandang antara suka dan tidak suka dalam menilai suatu hal, hal tersebut merupakan kejadian yang wajar.
Maka dari itu apa gunanya kita terlalu berfikir berlebihan? Apa gunanya kita sedih setiap malam? Apa gunanya kita merasa sendirian dan tidak ada seorang pun yang bersedia berada dipihak yang sama dengan kita? Tidak ada gunanya namun momen tersebut merupakan langkah yang harus dilewati dalam pembentukan karakter kita ke arah yang baik ataupun buruk.
Rasa tidak suka, rasa tidak puas, tidak merasa disayangi oleh pasangan, ataupun merasa pasangan adalah personal yang buruk, hanya terjadi karena perbedaan sudut pandang, namun perbedaan tersebut dapat kita coba atasi dengan keyakinan dan komitmen untuk berubah menjadi satu sudut pandang yang sama. Tidak harus berkhianat mencari kehadiran yang cocok dengan kita, hanya perlu membentuk kecocokan satu sama lain, karena sejatinya manusia berubah setiap hari. Sehingga perubahan tersebut dapat kita arahkan ke arah yang kita inginkan.
(Mister)i
