00

4 2 0
                                        

Happy Reading....

"Yow bro, aman ga nih?"

Sindu terperanjat kaget saat seseorang menepuk bahunya. Dilihat daniel sudah duduk di kursi depannya sambil memandang kebingungan.

"Ngapain liatin gue segitunya?" tanya sindu sambil bergidik ngeri melihat daniel.

"Apaan anjir, lagian gue dari tadi liatin lo dari pojok sana ngalamun mulu, mana dipanggil panggil gak nyaut. Napa lo?" Jelas daniel sambil menjitak kepala sindu.

Sindu mengangguk sambil merapikan laptopnya, "Ooh, aman aja si. cuma gue bingung mau gimana" jelas sindu, daniel mengernyitkan dahinya. tak berjeda lama tiba tiba sindu menunjukan chat pribadinya dengan dosen

 tak berjeda lama tiba tiba sindu menunjukan chat pribadinya dengan dosen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue malah gagal fokus ke profil" celetuk daniel. tanganya yang satu menopang dagu

"Ye, lo mah" balas sindu

"Eh tapi katanya ini Rahasia kok lo malah ngasih tau gue si? Wah, ga amanah betul lo" kata daniel sambil terus menatap layar hp sindu dan menscroll chat dengan dosen itu.

"Gue cuma ngasih tau lo, gue ragu aja" jelas sindu membuat daniel mengangguk, lalu memberikan hpnya lagi pada sindu.

"Ya kalo ragu ga usah ikut, nanti malah ada apa apa. lo juga si nilai kok bagus bagus semua, jadi inceran dimana mana kan tuh" kata daniel.

"Bilang aja nilai lo ga bagus, lagian lo baca sendiri tuh, awalnya emang tanya mau atau ga tapi ujungnya dikasi tau berangkat dua hari lagi. maksa itu kan namanya?" jawab sindu

"Ya lo berangkat aja kesana, kabarin gue terus. nanti kalo lo seminggu ga ngabarin gue, gue susul lo kesana sama yang lain. gimana?" tawar daniel pada sindu, entah mengapa keraguan sindu membuat daniel ikutan ragu juga. padahal biasanya tidak

Karena seorang Sindu menganggap penelitian atau menganalisa itu sebuah hobi yang menyenangkan untuk diri sindu, tapi saat sindu mengatakan ragu untuk menerima tawaran pemaksaan itu sedikit membuat daniel ragu pada sindu. Sindu sendiri sudah dianggap keluarga oleh daniel, sindu adalah sosok kakak bagi daniel yang nyatanya anak tunggal tanpa merasakan sosok ayah dihidupnya.

"Kesamber lo?, tumben nawarin diri. lagian ngapain lo nyusul?" tanya sind.

"Suka suka gue, lo share aja data ke email gue secepetnya" jelas daniel.

Sindu hanya mengangguk mengangguk saja.

"Dospen lo masi muda?"

Sindu mengangguk, "Baru 30an katanya, tapi udah punya dua anak" jawab sindu.

"Tokc-"

Belum sempat menyelesaikan perkataan, tiba tiba terdengar suara gaduh orang yang berlari kearahnya. Dilihatnya pakaian yang lusuh dan 

"Jangan jangan jangan jangan jangan jangan" hanya satu kata yang diucapkan wanita itu. tangan nya memegang lengan sindu dan menggoyangnya kencang

"Jangan"

Sindu yang tak mengerti apa apapun berusaha melepas dan hanya menjawab iya saja. Tak berselang lama dua security berlari kearahnya lalu menggeret wanita lusuh itu menjauhi sindu.

Setelah wanita itu pergi daniel mulai bertanya.

"Gila, lo kenal orang itu?" tanya daniel bingung.

"Kemaren sore gue liat dia duduk di halte sambil pegang perut terus gue kasi makan sama minum. udah anjir itu aja, gue aja ga maksud dia ngomong apa" balas sindu, matanya terus memandang kearah wanita itu yang mulai menjauh. terus terusan mengucapkan 'jangan' sambil menangis.

awas, hati hati...

Kalimat terakhir wanita itu sebelum tak terlihat lagi. Padahal jauh tapi entah mengapa seolah terdengar jelas ditelinganya.

nanti mati.


TBC

Character unlocked: Daniel

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 22, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Island of the DeathCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang