Part I

681 91 6
                                        





"Maaf nomor yg anda tuju sedang sibuk atau sedang berada di luar jangkauan, silah---"

Yeri mematikan ponselnya, memasukkan lagi ponselnya kedalam tas kerja miliknya.

Fokusnya beralih pada pintu lobby kantor yg ada di hadapannya, di mutasi ke kantor cabang baru yg baru saja buka membuat Yeri harus mengulang kembali apa apa saja yg pernah dia pelajari di kantor lama nya. Beradaptasi dengan tempat baru dan orang baru pastinya.

Ya meskipun letak kantor baru nya ini lebih dekat sedikit dengan tempat tinggalnya, Yeri merasa sedikit berat saat diharuskan pindah.

"Mau cari siapa ya mba ? Atau mau drop CV lamaran pekerjaan ?" Tanya security kepada Yeri

"Ah saya karyawan yg dimutasi dari kantor pusat pak" Yeri

"Oh maaf ya mba, soalnya baru liat mba hari ini jadi kurang tau" Security

Setelah obrolan obrolan kecil dan tanya jawab tentang lokasi lokasi ruangan dalam gedung, Yeri mulai masuk ke dalam kantornya untuk mencari ruangan kepala cabang.

Ya pastinya kepala cabang belum datang se pagi ini, setidaknya Yeri memberikan kesan pertama yg baik.

Yeri memilih duduk di depan ruangan yg bertuliskan "Chairman"

Yeri membuka lagi ponselnya, namun tidak ada pesan apapun yg masuk.

"Belum membalas" Gumam Yeri






















Sekitar sepuluh menit Yeri duduk, ada satu orang eh lebih tepatnya satu laki laki yg datang. Di kepala Yeri ada 2 kemungkinan, dia kepala cabang atau karyawan lain yg baru dimutasi seperti dia.

"Permisi ?" Ucap laki laki itu.

"Karyawan mutasi juga ya ?" Jawab Yeri

Laki laki di hadapannya itu langsung tersenyum menunjukkan 2 dimple yg super noticeable itu.

"Kamu juga ?" Tanya laki laki itu

Yeri menganggukkan kepalanya.

"Jefri" Jefri mengulurkan tangannya

"Yeri" Yeri membalas jabatan tangan Jefri

"Lucu ya Jefri Yeri ? Haha. Kamu ada di devisi apa ?" Jefri

"Pemasaran of course" Yeri

"Wait ?? We are partner now !! Saya juga pemasaran" Jefri

"Kebetulan banget ya" Yeri tersenyum menunjukkan eyesmile nya

"Bakalan sering sering ketemu dong" Jefri

Yeri hanya menganggukkan kepalanya. Ponselnya berbunyi, dia memilih untuk pergi sebentar mengangkat telfon penting itu.


























Mereka baru saja bertemu dengan kepala cabang, berdiskusi dan mengobrol seputaran hal hal random yg ada di kantor cabang baru ini. Menjelaskan kembali job desk Yeri dan Jefri yg sebenarnya mereka berdua sudah sangat paham. Ya daripada tidak ada yg dibahas dan kaku saat di dalam ruangan tadi.

"Menurut kamu ini kebetulan atau takdir ?" Jefri

"Kita sama sama ada di Devisi Pemasaran dan ditambah sama sama di bagian promosi. Selain bisa bertemu kamu setiap hari, ada kemungkinan kita akan sering trip berbagai kota bersama ??" Jefri

Yeri tersenyum.

"Takdir mungkin ?" Yeri

"Haha, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ya kedepannya" Jefri, Yeri hanya menganggukkan kepalanya saja.























Jefri merasa sedikit lebih baik hari ini, sebenarnya Jefri sudah sangat tidak menyukai tempat kerja lamanya, lingkungan kerja lamanya sangat tidak nyaman, Jefri sering merasa tertekan jika harus dipaksa bekerja dengan cabang lamanya itu, bahkan dia sudah ada rencana untuk resign, sebelum akhirnya kepala cabang lamanya mengatakan bahwa Jefri akan dimutasi di kantor cabang baru.

Meskipun dia sendiri belum tau bagaimana kantor barunya ini akan berjalan, setidaknya dia sudah lega melepas ketidaknyamanannya di kantor cabang lama.







Berbeda dengan Yeri yg sebenarnya masih sangat nyaman di kantor cabang lamanya, teman sekantor nya benar benar mengerti dia dan memahami batasan antara pekerjaan dan privasi. Yeri tidak pernah merasa tidak nyaman atau risih di kantor cabang lamanya, keputusan kepala cabang yg tiba tiba memutasi tempat kerjanya benar benar mebuat Yeri galau setengah mati. Dia bahkan menangis saat membereskan barang barang di kantor lamanya.

Setelah bertemu dengan kepala cabang dan partner baru nya tadi, Yeri benar benar berharap pegawai di kantor ini bisa memahami batasan seperti pegawai di kantor cabang lama.

Yeri membuyarkan lamunannya setelah mendengar ponselnya berbunyi dan keluar nama yg sedari tadi dia tunggu tunggu.























"Baru landing ? Aku mau cerita banyak pokoknya"

















Yeri Mareta Putri
26 Tahun

Yeri Mareta Putri26 Tahun

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Atas Nama Cinta (M)Stories to obsess over. Discover now