CERITA INI HANYA FIKSI MOHON UNTUK TIDAK MEMBAWA CERITA INI KE DUNIA NYATA!!
FOLLOW AKUN INI DULU!! KARENA BEBERAPA PART AKAN DI PRIVATE!!
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Triyasa Bulan Adi Jaya murid biasa yang tidak populer tapi semenjak ia bertemu Adanta Bintang Arteri kehidupan nya berputar seratus delapan puluh derajat. Hidupnya yang indah seketika lenyap akan kehadiran bintang.
Harus sangat bersabar untuk bulan karena bintang membuat ulah lagi. Bulan sempat bingung dengan para guru. Dia bukan ketua kelas atau pun wakil nya dan juga bukan ketos maupun waketos.
Tapi dirinya selalu terlibat diurusan lelaki badung yang sekarang sedang meledek pak kepsek.
"Kamu dengar bintang?" Tanya pak kepsek tegas penuh dengan amarah.
"Insyaallah denger pak" jawab santai bintang membuat siapapun yang mendengar itu mengelus dada.
"Bulan bawa bocah tengil ini ke kelas" suruh pak kepsek. Bulan mengangguk ia pun menarik telinga bintang dan menyeretnya dengan sadis.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian karena ucapan bintang.
"Sayang jangan di tarik lepasin ya"
"Istriku jangan di tarik sakit tau"
"Calon ibu dari anak-anakku lepasin ya"
Bulan pun menyumpel mulut bintang dengan tisu di sakunya. Ocehan bintang membuat para siswa siswi melihat kearah mereka berdua.
Sebenarnya pusat perhatian itu bintang karena dia idola sekolah tapi sepertinya sangat di benci guru karena sikap nakalnya.
Sering ngutang sana sini suka malak di depan pintu kelas. Sering membuat onar punya pacar banyak dan berprestasi. Itu kata untuk bintang walau dia nakal tapi sangat cerdas. Bulan akui jika bintang sangat tampan hidung mancung rambut hitam bibir tipis bewarna merah ranum dan berkulit putih.
Tapi sikapnya membuat bulan sangat kesal bahkan sangat benci karena ulah nya satu tahun yang lalu, bulan harus terjebak dan terlibat diurusan lelaki itu untuk tahun yang mendatang.
Bulan meninggalkan bintang yang masih mengoceh. Saat masuk kelas sorak cie terdengar di telinga bulan.
"Omaygat bulan jadian sama bintang fiks pajak jadian ini mah!!" Sahut sahabat bulan yang bernama Sinta.
"Bacot lu anjing" balas bulan. Untung sedang jamkos.
"Ngamuk anjirr"
Akhirnya bulan duduk di meja nya dan bermain ponsel membuka aplikasi wattpad.
***
Bulan berjalan pulang karena abangnya tidak bisa menjemput nya tapi sial sekali cardingan nya tertinggal diloker. Bulan memasukkan kode dan segera mengambil nya.
Tapi makhluk iblis ada di dekatnya siapa lagi kalau bukan bintang.
"Mbull" bintang menghampiri bulan yang masih terkejut karena kehadiran bintang.
"Ya allah jauhkan hamba dari syetan-syetan dan iblis itu aminn" ujar bulan membuat bintang mendengus kesal.
"Orang ganteng bul" pinta bintang yang langsung ditatap sama bulan dengan raut nyinyir nya.
"Bin beli kaca yuk" ajak bulan dengan senyuman tertekan.
"Emang gua ganteng kecuali elu, jelek!" Ejek bintang membuat tangan bulan bebas meluncur di pundak laki-laki itu.
"Sialan lu" umpat bulan.
"Pulang sama gua aja yuk" ajak bintang sedangkan bulan menatapnya datar.
"Gak"
"Udah mau hujan nanti kehujanan lagi" bulan tetap menggeleng.
Akhirnya bintang menarik cardingan gadis itu.
"Eh bintang cardingan gua!" Teriak bulan ia pun menariknya juga.
"Kalo cardingan lu mau balik harus ikut sama gua!" Tegas bintang.
"Nggak"
Srek
Mata bulan membola melihat cardingan nya robek di bagian lengan. Kepalanya menunduk, cardingan pertama nya yang di belikan sang papa yang berada di Sydney.
"Bulan" panggil pelan bintang. Bulan tak menjawab ia malah pergi meninggalkan bintang sambil terisak.
Hi! CHIKIAQO comeback dengan mendebutkan ceritain ini masih baru ya