Thalita Geransya Aldanio.Sudah hampir satu jam dia mencari supermarket, sebenarnya dia tak seharusnya pergi ke supermarket karena tadi abangnya menawarkan untuk membelikan tapi dia menolak,dia menyesal karena menolak supir untuk mengantarkan nya.Padahal dia baru tinggal di Indonesia.Ini kali pertama dia Indonesia,karena dari kecil dia sudah tinggal di Inggris, sebenarnya mami dan papi nya asli Indonesia.
Sial sangat sial,sekarang dia tak tau ada dimana,hp nya mati, penerangan jalan yang cukup gelap,suasana yang sunyi.Dia menyusuri jalanan,sudah lama dia berjalan, terdengar suara gaduh,dia mendekat ke arah suara gaduh.
Sungguh nasibnya sangat sial hari ini,dia sungguh tak tau,kalo disini ada balap liar.Saat dia melintasi jalanan,tanpa diduga satu motor melintas didepannya,dia terjatuh di jalanan, sebenarnya dia tak apa-apa cuma sedikit shock.
Rem yang mendadak, membuat suara yang begitu nyaring,dengan cepat Thalita menutup telinganya,orang yang ada didepannya menatap dia dingin.Untung belum ada yang menyadari nya.
"Naik"titahnya dengan suara dingin.
"Gak"Tolaknya mentah-mentah.
"Naik,cepat"Geram orang itu.
"Gak"
"Naik"Bentak orang itu, Thalita terdiam air matanya sudah tergenang,karena dia belum pernah dibentak.
Dia menaiki motor itu,tanpa diduga orang itu langsung menjalankan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata,dan refleks dia memeluk orang itu.
Air matanya mengalir,dia sangat takut jika orang didepannya menjahatinya, sungguh dia sangat takut.
Beberapa menit berlalu,dia dan orang asing itu sudah sampai di arena balap, seluruh pasang mata menatap dia,dia merasa risih,apalagi baju yang dia pakai sangat lah pendek.
Dia menuruni motor itu,dia masih setia menunduk, seseorang mendekati nya dan memegang dagu nya.
Dia mendongak melihat orang itu,dia orang yang sama dengan tadi.
"Wah bro Lo menang lagi"Seru Rendy,Orang itu tak menghiraukan pekikan dari sahabatnya.
"Kemana?"Tanya orang itu,dia sedikit bingung kemana maksudnya?.
Orang yang ada disampingnya terkekeh saat melihat wajah bingung Thalita.
"Maksudnya Lo mau kemana?"Translate Arfa itu.
Dia mengangguk kan kepalanya mengerti"Nyari supermarket"Semua terkejut mendengar jawaban dari Thalita.
"Van Lo Nemu ni bocah dimana?"Tanya Rendy dengan wajah kesal.
"Heum,lita mau pulang"cicitnya takut.
"Ya pulang"
"Lita ga tau jalan pulang"Ujarnya dengan air mata yang sudah tergenang.
"Trus ngapain kesini Maemunah,kalo ga tau jalan pulang"Kesal Gilang.
"Kan udah Lita bilang,Lita mau ke supermarket"Ujar Thalita kesal.
"Iya gue tau,tapi ngapain nyari super market kesini?"Tanya Dito sedikit ngegas.
"Lita ga tau Indonesia"Ujarnya jujur.
"Lah trus Lo orang mana?"
"Indonesia"
Semua mendengus kesal"Van,Anter ni anak bikin emosi aja"Suruh Rendy ke Vano.
Vano menarik Thalita menuju motornya,dia menyuruh Thalita naik keatas motor tapi Thalita menolak.
"Naik"
"Gak nanti kakak jahatin Lita"Kekeuh nya.
Vano memutar matanya malas"Gak butuh"Ketusnya dan langsung mengendong Thalita menaiki motornya.
Vano menyusul Thalita untuk menaiki motor, matanya membulat saat melihat baju Thalita yang pendek manampakan paha mulusnya,dengan cepat Vano melepaskan jaket nya.
Dia memberi kan jaket itu ke Thalita tampak Thalita yang bingung.
"Baju Lo terlalu pendek"Ujarnya dingin
"Kenapa?ini masih panjang"Ujarnya Thalita.
"Sterah,yang penting pakai"
Setelah Thalita memakaikan jaket Vano ke pinggang nya,Vano langsung menjalankan motornya,dan langsung meninggalkan arena balap.
YOU ARE READING
Vantha
Teen Fiction"Lucu dan manis"Gumam seseorang cowok sambil menatap cewe didepannya dengan senyum miringnya
