Tidak ada manusia di dunia ini menginginkan sebuah kehilangan, mereka yang hidup pasti selalu ingin seseorang atau sesuatu yang mereka sayangi selalu berada di dekat mereka
Tak lain dengan Karina,atau yang lebih akrab disapa karin. Gadis 23 tahun itu tak pernah membayangkan bahwa kakak yang sangat ia cintai akan meninggalkannya untuk selamanya
Gadis itu tak pernah mengira bahwasanya sang kakak yang selalu ia banggakan dan selalu ia sayangi akan meninggalkannya dengan ratusan luka
Dulu saat karin kecil kakak pernah bilang, bahwa suatu saat nanti pasti ada hari dimana satu-persatu orang akan mati meninggalkan kenang. "Kakak pun sama" katanya waktu itu
Dipenghujung senja kala itu Karina hanya bisa diam mencerna, enggan berkomentar karena dalam kepalanya kalimat itu masih fana
Lain halnya dengan penghujung senja hari ini dimana ia asyik duduk termenung menumpu kepala pada bingkai jendela. Pikirannya melanglang buana menjelajahi memori yang ia rekam belakangan
Dimana kenangan kakak terekam jelas disana. Dalam ingatannya senyum dan peluk kakak masih sama hangatnya, ia masih suka
Senang melamun,ia sampai tak sadar didepan pintu sana ada seseorang yang memperhatikannya. Seseorang itu yang tak lain adalah sang ibu masuk, membelai rambut hitam nan panjangnya
"Karin.."
"Mom, kalau aja kakak nggak nekad tolongin aku,mungkin dia masih sama kita ya?" Ucapnya sendu "kenapa kakak harus nolongin aku sih Mom?"
Irene—sang mommy duduk disamping putri bungsunya. Terus mengusap rambut sang putri dengan sayang "kok Karin bicara seperti itu? Jangan berfikir begitu sayang" kalimat penenang saja yang bisa ia sampaikan
Kejadian waktu itu begitu keras memukul mereka sekeluarga, terlebih Karina yang merasa bahwa dirinyalah dalang dari penyebab kematian rose, kakaknya
Waktu itu mereka tengah berlibur sekeluarga ke sebuah destinasi air terjun di wilayah Tangerang.
Pada awalnya semua berlangsung ceria dan menyenangkan hingga kejadian nahas tiba,dimana Karina terpeleset dan terbawa arus ketika hendak menyebrang dari satu batu ke batu yang lain
Karina yang sayangnya tidak bisa berenang, lantas tenggelam.
Mengetahui sang adik berada dalam bahaya, tanpa pikir panjang rose segera menceburkan diri.
Mengandalkan kemampuan berenangnya yang tidak seberapa, rose berusaha menyelamatkan sang adik yang dalam bahaya
Saat itu ia berhasil menyelamatkan Karina, namun setelah menggiring adiknya ke tepi,dirinya yang malah gantian terhanyut
2 hari pencarian rose dilakukan, dan gadis itu ditemukan sudah tidak bernyawa dalam keadaan tersangkut diantara bebatuan
Sudah 5 bulan lamanya sejak kejadian itu, namun rasa berkabung masih menempel lekat dihati karina
Beribu cara ia coba lakukan untuk mencoba baik-baik saja dan menerima keadaan seperti yang seluruh keluarganya sarankan, namun nihil,rasa itu masih tetap ada
Aktifitas di keluarganya sudah mulai beranjak normal, bahkan sang mom pun sudah nampak ikhlas kehilangan putri tengahnya. Nampaknya hanya Karin sajalah yang masih betah berada pada masa kabung
"Karina, sayang. Kita semua sebagai manusia cepat atau lambat akan merasakan pahitnya kehilangan, people come and go darl, don't always live in the past, you deserve to be happy, kakak saat itu tau apa yang dia lakukan"Irene berucap panjang, menatap sendu sang putri bungsu yang belakangan ini selalu nampak kuyu
YOU ARE READING
IBRAKA : A Tale Of Destiny
FanfictionKarina si anak kota yang baru tertimpa sebuah problematika memutusakan untuk menjadi relawan di sebuah desa pedalaman dengan niat melanjutkan tugas mulia sang kakak Sesampainya di desa tempat pengabdiannya, disana ia malah bertemu kapten TNI arogan...
