📌ingatkan jika ada typo
Happy reading
꒷꒦꒷꒷꒦꒷꒷꒦꒷꒷꒦꒷꒷꒦꒷꒷꒦꒷
.
.
.
13/2003, September.
Suasana hujan deras disertai petir dan kilat sangat terlihat jelas dari sebuah jendela kaca rumah sakit yang sisi luar nya basar oleh air namun sisi sebelahnya juga tak kalah mendung dengan cuaca diluar. Seorang pria yang berderai air mata melihat wanita yang ia cintai tak berdaya, hati gemuruh seperti suasana diluar.
❝Sayang!!❞
❝Te-tenanglah... diriku selalu bersama mu, aku janji pada putri kita, tolong cintai dia.❞
❝Dokter!!❞
Kini seluruh sudut ruangan hanya berisi suara isak tangis.
Tragedi 03.
Dirumah sakit ini semua hal menjadi baru dan asing bahkan harus menerima kenyataan yang begitu pahit, disaat semua orang tak bisa menemaninya di hari menyakitkan ini, ia harus kuat demi sebuah anugerah terindah yang diberikan pada nya kini. Tak pernah terbayangkan hal seperti ini akan terjadi.
Teriakkan penuh air mata setelah sebuah monitor rumah sakit berbunyi, bunyi yang di takuti oleh seorang pria yang menangis di samping bangsal Sang istri.
"Tuan Seo, tegarlah demi putri kecil mu ini" Menoleh pada bayi perempuan yang begitu cantik dalam tidurnya. Tak lama berpindah pada pelukan sang Papa yang sedang berduka.
"Kami hanya bisa menyelamatkan putri anda Tuan, syukurlah malaikat kecil ini tidak mengalami hal buruk akibat kecelakaan maut" Lanjut Dokter dan meninggalkan mereka berdua, dokter sebenarnya tak tega tapi ia punya urusan lain.
Pria ini hanya bisa menangis sambil menatap putri kecil nya dan jasad Sang istri yang telah di tutupi kain putih penuh isak tangis.
"Bagaimana mungkin... kasihan putri ku"
Flashback.
Sebuah taksi dengan seorang penumpang wanita yang baru selesai belanja kebutuhan rumah. Perjalanan menuju arah pulang namun ia berpulang pada sang pemilik bumi setelah taksi yang ia tumpangi di tabrak dari arah berlawanan.
Sang supir meninggal di tempat dan dirinya yang duduk di belakang kemudi mengalami pendarahan hebat dibagian kepala.
Dirumah sakit. Karna kekurangan banyak darah membuatnya ia tak selamat. Meninggalkan seorang putri kecil yang berhasil selamat setelah menjalani operasi.
Flashback end.
"PAPA!!" Teriakkan putra pertama mereka ketika memasuki ruangan dengan suasana kacau ini, menatap bangsal yang telah ditutupi kain putih. Sulit percaya jika Sang ibu telah tiada.
"Adik mu perempuan tanpa ibu" Ucap sang Papa dengan tangisan.
Mendekat untuk melihat wajah Sang adik, gadis kecil yang tak punya dosa. "Kita berdua akan membesarkan malaikat kecil ini" Lanjut sang Papa.
Setelah suasana pemakaman dan beberapa hari setelah itu, meskipun masih berduka. Rumah yang seharusnya hangat namun kini agak berbeda meskipun banyak teman maupun keluarga berdatangan.
ESTÁS LEYENDO
My Peony
FanfictionHidden secrets & facts menjadi mistery. Dari semua orang didunia ini kenapa harus lo?!! •》[PROLOG] Harta menutupi kekurangannya begitu juga dengan kemewahan dan cara orang-orang memperlakukannya seperti permaisuri kecil di mansion classic. Dia tumb...
