Pada tahun 2015. Hari itu adalah hari kenaikan kelas, Fikri akhirnya menjadi kelas 3 SMA Di SMAN 22 Palembang. Tak banyak yang berubah, semua tampak sama dari kelas 1 SMA.
Hampir beberapa teman sekelas tidak menganggapnya ada dikelas itu. Ia hanya seorang anak penyendiri, introvert, dan tidak banyak prestasi yang ia lakukan.
Di hari itu ia memasuki kelas 3 pertama kali. Ia duduk dikelas IPA 5, kelas yang ia tidak inginkan karena Ia Lebih suka pelajaran Sejarah, Sosiologi dan Geografis yang hanya dipelajari lebih detail di kelas IPS.
" Huffff kembali lagi rutinitas seperti biasa, " kata Fikri dengan datar.
Terlihat teman sebangkunya, Rendi sedang mengerjakan PR dengan tergesa-gesa.
Rendi merupakan seorang cowok royal dan tidak pernah memilih teman, ia berteman dengan siapa saja dan lebih suka berorganisasi di sekolah.
" Hey Fikri, lu udah bikin PR ?" Tanya Rendi.
" Udah, lu mau liat ? " Jawab Fikri.
" Oh iyalah kan lu rajin banget emang," ucap Rendi kegirangan.
Fikri langsung menuju ke bangkunya dan mulai membuka tasnya. Ia mengambil sebuah buku dan memberikannya ke Rendi.
" Wih, thanks ya Fik," ucap Rendi.
Rendi langsung membuka buku itu dan menyalinnya dengan cepat ke bukunya.
Fikri seperti biasa, Ia melihat suasana di kelasnya. Ramai namun berkelompok.
" Fik, lu udah PRnya ?" Tanya seorang perempuan berambut panjang hitam dan bermuka sedikit kearab-araban.
" Udah nih, sama si Rendi lagi ditulis tuh " jawab Fikri.
" Gue boleh gabung ya ? gue lupa bikin PRnya," kata perempuan itu.
" Iya lanjut aja," jawab Fikri.
Perempuan itu pun duduk disebelah Rendi.
" Ren, samping dikit gue juga mau ikutan liat PR Fikri," pinta Perempuan itu.
" Ealah Clara, iya iya gue geser jangan berisik lagi fokus nih, " ucap Rendi yang sedang dalam mode serius.
Ya perempuan itu bernama Clara ia perempuan pintar didalam kelas itu. Ia peringkat tiga juara kelas diatas Fikri. Namun Clara lebih suka berteman dengan Fikri ketimbang dua temannya yang berperingkat satu dan dua.
Tak lama bel masuk pun berbunyi, Rendi dan Clara telah menyelesaikan PRnya.
Jam pelajaran pertama hari itu, mata pelajaran Fisika pun dimulai.
*******************
Terlihat pada jam dinding didalam kelas, hampir memasuki jam 10 tanda sebentar lagi pelajaran selesai dan dimulainya jam istirahat. Hal yang ditunggu-tunggu pun tiba, bel istirahat telah berbunyi.
" Oke anak-anak pelajaran selesai, silahkan keluar istirahat ," ucap guru fisika itu.
" Hore !!!." Riuh suara siswa dalam kelas itu.
Mereka satu persatu keluar dari dalam kelas, kecuali Fikri. Ia kemudian mengambil Handsfree Bluetoothnya dan kemudian menyetel musik Metal Kesukaannya.
" Fik, lu gak keluar makan ?" Tanya Clara yang tiba-tiba berada didepannya.
" Nggak, lu duluan aja Ra. Gue mau istirahat di kelas," Jawab Fikri dengan mata sayupnya.
" Oh oke, gue ke kantin dulu ya," ucap Clara dengan tersenyum.
Kini Fikri sendirian di kelas, suasana yang baginya damai. Ia pun menidurkan kepalanya mencoba memejamkan mata.
Di kantin, Clara kepikiran untuk membelikan Fikri sebuah makanan. Ia tau Fikri selama SMA jarang sekali berada di kantin, Fikri lebih suka menyendiri didalam kelas daripada harus berada di kantin.
YOU ARE READING
A Man For Himself
Non-FictionFikri adalah seorang cowok yang berjuang dari depresi berat dan patah hati tingkat tinggi yang ia alami. Kehidupannya yang berat dialaminya mulai dari kelas 3 SMA sampai ia mencoba keluar dari Depresinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Mencoba ber...
