"baby kitten, ayo bangun sayang... udah jam 6 lho, ga sekolah hm?" suara wanita berusia 39 tahun yang tengah membangunkan anaknya.
ya, wanita itu adalah Ny. Brillia Mahadewi atau kerap disapa Ny. Lia. wanita ini merupakan Ibu dari Roy Maharaja dan juga Rey Maharaja yang berarti beliau adalah istri dari Tn. Aditama Bramaraja. Suami Ny. Lia ini merupakan CEO dari Maharaja Company.
bentar, balik lagi ke anaknya yang dibangunin. kasian kan ntar telat.
"Hoaaaammm.... udah jam 6 ya Mom?" pria tersebut akhirnya bangun dari tidurnya yang cantik. eh?
Dia bernama Rey Maharaja , pria berbadan cukup berisi dengan kulit yang putih, bola mata berwarna coklat muda yang pastinya menjadi idaman ke 2 para wanita yang berada di sekolahnya. Bagaimana tidak? Rey ini merupakan siswa berprestasi, multi talenta, ketua Osis dan juga anggota basket putra di SMA Pelita Kasih. Namun dibalik semua itu, dia sering di panggil 'baby kitten' oleh keluarganya karena sifat dan sikapnya yang manja seperti kucing, keras kepala dan kekanak - kanakan. Berbeda jauh dengan Roy, kembaran Rey.
"Sudah dong, ayo bangun... Roy sudah siap lho masa kamu baru bangun si kitten?"
"Aish mom, sudah berapa kali si Rey bilang jangan pernah panggil Rey dengan sebutan seperti itu. Rey bukan kitten ! ish !" Rey berbicara sambil memanyunkan bibirnya.
"Tuh tuh, apa mommy bilang... kamu itu menggemaskan sayang. sudah sana mandi" Mommy Lia pun mencubit pelan hidung Rey sambil terkekeh gemas
Wajah Rey pun memanas dan sekarang ia yakin bahwa wajahnya memerah. blush.
Namun, ada seseorang yang tersenyum manis dibalik pintu kamar Rey.
"Loh Roy, sejak kapan disini? lagi ngintipin apa? kok senyum - senyum begitu?" sapa seorang pria bernama Aditama Bramaraja.
"Eh daddy... em itu, anu... apa ... " Roy seperti sedang kepergok. ya walaupun nyatanya memang dia sedang kepergok oleh Ayahnya.
"Daddy , Roy... kalian lagi ngapain di pintu? sudah, ayo kita tunggu baby kitten kita di meja makan" Lia yang mendengar percakapan itu pun mendekat ke pintu. dan akhirnya sekarang mereka bertiga tengah berjalan menuju ruang makan.
.
.
.
"Morning Dad..." sapa Rey yang baru saja turun dan langsung memeluk ayahnya yang sedang duduk menikmati sarapan nya di meja makan
"Hy, baby kitten nya Daddy... yuk sarapan, Mommy kamu sudah siapin tuh buat kamu"
"Iya dad" tak lupa sebelum menuju tempatnya, Rey mencium pipi Ayah dan Ibunya.
Ketika tengah menikmati sarapannya, Rey merasa seperti ada yang sedang memperhatikan kegiatannya itu.
"Ngapain si liat liat" Rey mulai kesal pada Roy yang sedari tadi menatapnya.
Roy hanya menggeleng dan melanjutkan sarapannya.
Sedikit tentang Roy Maharaja, dia merupakan siswa populer di sekolah nya. Dia terkenal dengan istilah Ice Boy. Banyak sekali wanita yang ingin mendekatinya... Bagaimana tidak? Roy merupakan pria yang memiliki tubuh sexy dengan perutnya yang memiliki 6 kotak dan juga merupakan ketua team basket Putra, namun para wanita itu tertolak. Roy sangat berbeda jauh dengan Rey, Roy orang yang pendiam dan suka memendam perasaannya sendiri. Roy hanya memiliki satu sahabat, mereka sudah bersahabat sejak mereka kelas 4 SD. Selain itu Roy juga bisa dibilang adalah orang yang cukup nakal. Di balik julukan 'ice boy' yang diterima Roy, ternyata dia suka sekali mabuk - mabuk kan dan juga meniduri cewek yang dia mau.
"Kamu berangkat sendiri atau bareng Roy, Rey?" Daddy Tama membuka pembicaraan ditengah sarapan mereka.
"Rey naik bu– "
"Ga! lo bareng gua." Roy dengan cepat memotong pembicaraan Rey
"Ga usah , gua mau naik Bus aja. males banget gua bareng sama lo"
"Ga ada bantahan."
"Rey sayang, lebih baik kamu berangkatnya bareng sama Roy aja ya. Biar kami tenang, jadikan kamu ada yang ngejagain. Kami ga mau baby kitten kami terluka." kini Lia sedang membujuk Rey, dan mengusap kepala Rey dengan lembut.
"Apaan sih Mom. Rey udah gede! Rey udah bisa jaga diri Rey sendiri. Rey ga mau berangkat bareng sama Roy"
"Memangnya kenapa sih kamu ga mau bareng Roy berangkatnya?" Aditama pun merasa bingung dengan Rey yang selalu menolak ketika harus berangkat bersama Roy.
"Rey males Dad, nanti pasti sampe sekolah mobilnya Roy dikelilingin sama cewe - cewe cabe yang berusaha ngedeketin Roy."
Roy hanya menatap Rey tanpa ekspresi.
"Lagian kalian kan hari ini ada jadwal latihan basket, kalian di team yang sama juga kan. Ayolah baby kitten, berangkat bareng sama Roy aja ya" Lia masih berusaha untuk membujuk Rey.
"Gapapa mom, ga usah beneran. Rey bisa kok berangkat ataupun pulang sendiri."
"Mommy ga setuju sayang... " Lia menampakkan ekspresi khawatirnya pada Rey
"Kalau begitu, mulai besok daddy akan membelikan mu Mobil dan juga mencarikan sopir untukmu baby, agar kamu diantar - jemput. sekalian bodyguard untuk menjagamu" finaly dari Daddy Tama
"Apaan si Dad, Rey ga mau please... Rey udah gede, lagian kenapa Roy ga digituin sih? Kenapa cuma Rey yang dibeginikan sama Mommy and Daddy?! Kenapa?! Rey udah bisa jaga diri Rey sendiri, Rey ga butuh dijagain!" Lia dan Tama pun hanya saling pandang.
Rey marah, dia merasa tidak ada keadilan baginya. Roy selalu diberi kebebasan penuh, tapi mengapa dirinya selalu seperti dikekang.
"Lo! gua tunggu di mobil." Roy berdiri dan berjalan menuju luar.
"Maafin Daddy dan Mommy ya, suatu saat nanti kamu akan tau kenapa Mommy dan Daddy seperti ini. Sekarang, kamu susulin Roy aja ya. kamu tau kan, Roy kalau marah itu seperti apa?"
Rey tidak menjawab dan memilih menyusul Roy.
.
.
.
Roy dan Rey kini sudah berada di perjalanan menuju sekolah mereka. hening, tidak ada pembicaraan. hanya lagu Someone you loved" yang terdengar. Rey menatap luar jendela dengan pikiran dan perasaannya yang sedang marah. Dan Roy, yang fokus menyetir mobil sambil sesekali menoleh kearah Rey.
TBC.
YOU ARE READING
MY BROTHER IS MY BOYFRIEND
Teen FictionCerita ini mengandung unsur LGBTQ+. terutama gay, so yang homophobic mending jauh jauh. kalian salah lapak soalnya. awokawok. Cerita ini dimulai ketika lahirnya dua anak laki - laki kembar yang bernama, Roy Maharaja dan Rey Maharaja. Mereka lahir ha...
