"Indahnya skenario Allah yang mempertemukan kita yang tak saling mengenal"
***
Medan, September 2018
Senin merupakan hari yang padat dan sibuk. Setelah beberapa hari melewati weekend, akhirnya aktivitas pun kembali berlanjut. Hari ini, untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di bangku kuliah. Setelah melepas masa putih abu-abuku yang penuh cerita dan masa Orientasiku yang beberapa hari lalu telah selesai.
Oiya...hampir aja lupa, kenalin namaku Liana Zahra. Panggil saja aku Lia atau Liana juga boleh. Aku adalah mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi Perbankan Syariah. Saat ini, aku masih semester I. Yups, semester yang masih muda namun sudah memikirkan pengen wisuda hehehe. Aku adalah anak kampung yang beraninya mengadu nasib di perantauan tepatnya di kota Medan
Saat ini aku sedang menunggu teman baruku, Nadia. Dia adalah teman sekelasku yang pertama kali ku ajak bareng buat masuk kelas. Sebenarnya aku belum cukup mengenalnya, namun berkat profil whatsapp aku dengan cepat mengenali wajah manisnya.
Kami pun berjalan beriringan menuju kelas. Memang sudah telat 10 menit, namun ya tetap harus masuk juga bukan untuk mendapat kesan pertama. Kami berdua pun masuk, aku cukup kaget dengan jumlah kami dalam satu kelas ada 44 orang. Wah...jumlah yang banyak. Kami pun memulai perkenalan, mulai dari mengenalkan nama, alamat serta alumni. Rupanya ada beberapa orang yang sudah ku kenal di kelas ini, ada Agus, Filka, dan Indah sayangnya Arif ada di kelas lain. Di hari pertama masuk, tidak terlalu banyak hal yang kami lakukan selain perkenalan dan pemilihan struktur kelas. Aku pun mulai mengetahui nama mereka walau hanya sedikit namun masih sering lupa juga.
Tak terasa, jadwal perkuliahan hari ini telah selesai. Kebetulan, hari ini hanya ada satu mata kuliah. Sebenarnya aku cukup kaget, di bandingkan dengan sekolah aku merasa kuliah lebih santai. Tepat pukul 11.00 perkuliahan hari ini selesai. Aku pun pulang bersama dengan Nadia, yang kebetulan kami searah.
"Lia,,,kamu kost dimana?" Tanya Nadia
"Aku kost di Jalan Perjuangan Nadia" jawabku.
"Wah,,,gak jauh dong dari kostku, lain kali main ya ke kostan aku biar aku gak sepi" tawarnya
"Okay,,,aman itu" jawabku.
Tanpa sadar kami pun tiba di gerbang depan kampus. Kulihat dengan jelas kendaraan dan angkutan umum yang berlalu - lalang. Kami pun menaiki angkutan umum yang searah dengan kost kami. Hingga aku pun sampai di simpang menuju kostku. Ku ucapkan duluan dan sampai jumpa pada Nadia sekaligus ku lemparkan senyum manis padanya. Dia pun mebalasnya dengan senyuman terbaiknya.
Aku pun turun dan membayar ongkos. Lalu aku pun menyebrang dan berjalan menuju kostku. Tidak terlalu jauh, hingga aku memasuki gang menuju kostku. Dari depan memang terlihat kost ini tak layak huni, karena bangunannya yang sudah tua, namun tidak jika masuk ke dalam.
Ku ucapkan salam, lalu masuk ke dalam kostku. Ku masuki kamarku lalu ku rebahkan diriku di kasur yang kemarin aku beli bersama mama. Yups,,,mamaku datang untuk memastikan diriku dan membeli keperluanku. Huuhh...hari yang memang hanya belajar sebentar saja. Namun, panasnya Kota Medan membuatku cepat lelah.
Jika di bandingkan dengan Sidimpuan kota Medan jauh lebih panas. Namun, banyak orang yang mengatakan entah ini mitos atau fakta,'panasnya kota Medan, saat kau pulang kampung kau akan putih'. Ada-ada saja, mengingat Sidimpuan atau kota dengan julukan kota Salak itu aku jadi teringat orang tua dan adikku. Aku masih merasakan rindu yang mendalam. Tak jarang aku juga menangis di kesunyian malam hanya karena menahan rindu. Namun, mengingat perjuanganku yang dulu aku harus bertahan semua demi masa depan dan cita-citaku.
Hufft,,,,besok ada perkuliahan. Hanya satu mata kuliah namun di jam 16.00. Mata kuliah Bahasa Inggris. Semoga besok aku bisa melewati hari demi hariku di perantauan ini.
ESTÁS LEYENDO
Aku yang Salah
De TodoMedan, September 2018 "Maukah kau menjadi sahabatku?" Dion Alfa Wijaya "Maaf aku tidak mau. Sudah cukup bagiku menjadi temanmu", Liana Zahra "Sekuat apapun kau mencintainya, tetap saja adat istiadat tak akan menyatukan kalian. Jadi, jangan melanggar...
