semua berubah saat yeri berusia 4 tahun, semua perlahan menjauhi nya bahkan kakak-kakak nya, tanpa Alasan, tahun berlalu semua sudah dewasa dan yeri lagi-lagi harus pasrah dan terima dengan apa yang di lakukan dan di suruh oleh keluarga nya.
"DIA KA...
Bukannya mendapatkan sapaan di pagi hari yeri malah mendapat pandangan acuh dari orang sekitar nya, bahkan pembantu-pembantu yang bekerja di masion keluarga nya pun bersikap seperti itu, yeri yang bocah 12 tahun yang masih polos dan tidak tau apa-apa.
"Pagi bi"yeri dengan ceria walau tau tidak akan mendapat balasan.
Yeri berlalu pergi ke pintu keluar karena sudah janjian dengan teman nya Bernama Jungkook.
"Yer!"panggil Jungkook dengan senyum lebar nya.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Yeri tersenyum lebar dan berlari kecil menuju mobil Jungkook.
"Hai kookie"sapa yeri ceria membuat Jungkook tersenyum.
"Hai yerimies~ kamu manis banget hari ini"puji Jungkook terpesona dengan kecantikan alami yeri.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Yeri tersenyum malu,"ehehe kamu juga ganteng"puji balik yeri jujur.
Sementara supir Jungkook terkekeh Gemas dengan percakapan dua bocil kelas 6sd.
"A–apaan sih yer, aku mah biasa aja"malu Jungkook.
"Eh? Kok muka kamu merah sih?"tanya yeri polos sambil memengang pipi merah Jungkook.
Mendapat serangan dari yeri membuat Jungkook semakin memerah sementara supir nya menahan tawa.
"Ak–"
*Ayeee-ayeee*
Suara ponsel yeri membuat ucapan Jungkook terhenti dengan segera yeri lansung mengecek hape nya.
"H–hallo kak"
"...!"
"B–baik kak Irene"
"....!!"
"A–aku pulang sekarang"
*Tut-tut-tut*
Panggilan telefon di matikan sepihak oleh kim Irene kakak kandung pertama yeri.
Wajah yeri terlihat pucat dan lesu membuat Jungkook yang memperhatikan yeri dan bungkam keheranan.
"Kenapa yer?"tanya Jungkook bingung.
"Aku harus pulang, kookie"lesu yeri.
Wajah Jungkook yang cerah menjadi masam tapi tetap memasang wajah senyum.
"Yaudeh, pak maman? Anterin yeri pulang yaa ada masa 30 menit lagi"ucap Jungkook di angguki pak maman supir nya.
"Nanti tolong izinin ya? Aku tiba-tiba aja harus bolos"lesu yeri membuat Jungkook tersenyum dan merangkul nya.
"Kan ada aku"ucap manis Jungkook dengan tulus.
Yeri memandang balik Jungkook,"makasih ya kookie? Aku sayang bangeeet sama kamu"tulus yeri.
"Aku juga, kamu jangan ninggalin aku ya?"pinta Jungkook.
"Tentu donk(?) Aku gak bakal ninggalin kamu(,)"jawab yeri yakin.
"Udah sampai Non, den"ujar Pak maman membuat mereka tersadar.
Dengan segera yeri lansung keluar dari mobil mewah Jungkook sambil melambai tangan nya.
"Bye-bye kookie, pak maman".
"Bye juga yeri"
"Pamit Duluan yaa,Non yeri"
~×××~
"Baru pulang?!"sapaan dari jennie kakak nya yang dingin dan Arogan membuat yeri yang baru dari rumah teman nya karena ujian SMA.
Yeri menoleh kaget dan tersenyum kaku,"i–iya kak"jujur yeri.
Jennie mendengus kesal dan memasang wajah dingin nya.
"Udah jam 7! Baru pulang?! Seharusnya kamu pulang nya jam 5!"bentak jennie.
"Kenapa sih?! Berisik amat!"tegur seulgi yang kebetulan melewati ruang tamu.
"Nih! Adek kak seulgi, baru pulang"acuh jennie dan berlalu pergi meninggalkan kakak dan adik nya.
Seulgi diam sejenak dan ikut meninggal kan yeri, yeri menghelah nafas kasar dan duduk di sofa single.
"Hidup gue Gini amat ya? Dari kak Rene sampe kak jisoo, kak Lisa, kak rose apalagi kak Wendy udah pergi ke luar negeri mana kak joy pergi juga tahun lalu"gumam yeri miris.
"Hidup 14 tahun dan memiliki otak yang pintar tapi gak bahagia buat apa?!"gumam nya lagi.
Ya, dua tahun lalu, semua berubah, alasan Irene telfon diri nya adalah untuk berpamitan bersama saudari nya yang lain kecuali seulgi,jennie dan joy tapi setahun lalu joy menyusul.