[SCENARIO 9 - Little Girl]

2.3K 356 119
                                    

"Uwah, aku lapar!" Jung Heewon merenggangkan tubuhnya. "Tadi itu cukup menyenangkan, bukan?"

"... Aku bahkan tidak melakukan apa-apa."

"Jangan sedih begitu. Tiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan." Han Sooyoung menepuk pundakku. Mulutnya mengemut lolipop berperisa lemon. Dia mengatakannya dengan nada menghibur. Namun entah mengapa itu membuatku merasa tersinggung.

... Dia sebenarnya ingin menghiburku atau menghinaku?

"Ah, aku meninggalkan barangku di sini." Kyrgios kembali muncul entah-dari-mana, meraih sebuah benda menyerupai kerikil kecil berwarna putih dari dahan pohon tempatnya duduk tadi.

Teringat sesuatu, aku menatap batu yang masih ada pada genggamanku. "Master--"

"Simpanlah batu itu, Nak. Anggap sebagai oleh-oleh." Beliau menjawab sekenanya, kemudian kembali menghilang dari pandangan, membuat dahiku mengernyit.

Aku akan jauh lebih senang jika tidak menerimanya.

Namun karena tidak mau membuatnya murka, aku akhirnya hanya mengembuskan napas dan memasukkan batu tersebut ke dalam saku jasku.

Han Sooyoung menatapku beberapa saat, kemudian melemparkan pandangannya ke Yoo Joonghyuk. "Hey, sekarang aku baru sadar. Jas kalian serasi seperti pasangan."

Perkataan Han Sooyoung membuat Jung Heewon tertawa. Aku menatap jengah. "Desain jas ini 'kan pasaran, jadi wajar saja."

Yoo Joonghyuk menatapku dengan tatapan membunuh. Si cecunguk sialan ini, dia pikir aku senang mendengarnya?!

"Tapi aku tidak merasa banyak murid menggunakan jas. Maksudku, jasmu itu kelihatan mahal," komentar Jung Heewon. "Kalau Yoo Joonghyuk sih, aku tidak kaget. Dia berasal dari keluarga kaya--"

Mulut gadis dengan rambut disanggul itu terdiam begitu Yoo Joonghyuk melemparkan tatapan sinis. Hal itu justru membuatku penasaran. "Oh? Jadi si ikan tempramental ini berasal dari keluarga terkenal?"

"Kim Dokja, kau--"

"Benar." Han Sooyoung menyumpal mulut Yoo Joonghyuk dengan permen lemon. "Kau tahu Secretive Plotter? Itu kakaknya. Kupikir semua orang di akademi ini sudah tahu?"

Aku sedikit terkejut. Pantas saja wajah mereka mirip.

Yoo Joonghyuk memuntahkan permen pemberian Han Sooyoung ke tanah, mengusap mulutnya dengan lengan jasnya. "Tutup mulutmu."

"Kau ini ...." Han Sooyoung terlihat kesal karena Yoo Joonghyuk membuang permen lemon pemberiannya. "Ah, sudahlah. Aku lapar."

Kami berempat berjalan bersama menuju Kafeteria--ah, Yoo Joonghyuk memisahkan diri ketika pertigaan menuju tangga lantai dua. Entahlah, sepertinya dia memiliki urusan lain.

Aku bertemu Lee Gilyoung dan Shin Yoosung di Kafeteria. Di sebelah mereka, duduk seorang gadis berambut kuncir dua. Syukurlah Lee Gilyoung dan Shin Yoosung mendapat teman seumuran mereka. Aku cukup khawatir karena mereka berdua terlalu sering bergaul dengan anak SMA.

"Oppa!" Shin Yoosung melambaikan tangannya, mencoba mencuri atensiku di tengah keramaian Kafeteria. Kami bertiga duduk di meja ketiga anak SMP itu.

"Sepertinya kalian membuat teman baru."

Shin Yoosung mengangguk girang. "Benar! Ini Yoo Mia. Dia berada di kelas C!"

Yoo Mia tersenyum, kemudian membungkuk pelan. "Salam kenal, Dokja-Oppa. Gilyoung-ah dan Yoosung-ah bercerita banyak tentangmu!"

Aku tersenyum. "Senang bertemu denganmu, Mia-ya."

"Sepertinya kau terkenal di kalangan anak SMP." Jung Heewon bangkit dari kursinya. "Aku mau mengantri mengambil makanan dulu."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 09, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Stories That Written Behind The Wall [ORV AU]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang