*____*

78 5 0
                                        

Disini, di ruang yang sedikit gelap ini, aku yang daritadi menunduk menangis hingga mataku membengkak memandangi obat serangga yang belum tersentuh. Di sampingku terdapat beberapa botol minuman keras yang sudah tandas isinya dan ada beberapa yang pecah akibat ku banting dengan kerasnya.

Tangan kananku yang memegang sebilah pisau yang kapanpun siap untuk menusuk jantung atau memotong nadiku sendiri. Rasa kacau dalam hidupku semakin menjadi jika teringat akan hal itu.

Stres

Hanya itu yang dapat menggambarkan suasana hati yang sudah depresi ini.

Aku menghela air mata dengan kasar kemudian memandangi pisau yang nampak tajam menantang seolah ingin merobek leherku segera. Aku kembali memejam erat hingga air mata yang semula di pelupuk kini jatuh ke lantai.

Dengan keberanian yang tinggi, ku angkat pisau itu searah dengan jantungku.

Sekali lagi, dia masih berdetak sebelum hal itu terjadi.

Aku masih menghela napas bersiap menghujamkannya.

Sedikit sakit mungkin, nanti.

Tapi sakit ini tak seberapa dengan sakit yang ku peroleh selama ini.

Ya,

Tak apa.

Aku sudah terbiasa dengan rasa sakit. Mungkin, perasaan ini tidak lebih sakit dari luka-luka yang sudah ku terima setiap harinya.

Tak apa. Benar benar tak apa.

Memejam erat, ku genggam dengan berani dan ku ayunkan ke arahku.

Hingga....
























...










Perhatian!!!

Cerita ini murni hasil pemikiran author. Jika ada kesamaan nama tokoh, watak, atau alur, itu bukanlah hal yang di sengaja. Dilarang untuk menjiplak, mencoppy, sebagian atau seluruh isi cerita. Terimakasih


...
©X_Man26
...

CINTA & RESTUWhere stories live. Discover now